Kanal

Matthias Jaissle Siap Debut di St James' Park Bersama Newcastle

Penulis: Fery Andriyansyah
15 Agu 2026, 16:15 WIB

Matthias Jaissle harus lebih disiplin di pinggir lapangan. (Foto: Andrew Milligan/PA Images via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Matthias Jaissle akan berdiri di pinggir lapangan St James' Park untuk pertama kalinya sebagai manajer Newcastle United akhir pekan ini. Pelatih berusia 38 tahun tersebut sudah dikenal sebagai sosok yang sangat ekspresif dan emosional selama pertandingan, termasuk ketika ia beberapa kali keluar dari area teknis dalam laga persahabatan melawan Valencia.

Sikap Jaissle di Valencia membuat menarik untuk melihat bagaimana reaksinya ketika Newcastle menjalani pertandingan Premier League dengan tekanan jauh lebih besar. Aturan Premier League mewajibkan staf kepelatihan tetap berada di area teknis selama pertandingan berlangsung. Perubahan aturan juga menetapkan hanya satu orang yang boleh berdiri di bagian depan area tersebut pada satu waktu.

Mantan asisten manajer Newcastle, Jason Tindall, sebelumnya pernah menduga aturan tersebut berkaitan dengan kebiasaannya berdiri di samping Eddie Howe di pinggir lapangan. Kini The Magpies memiliki manajer baru yang juga dikenal sangat aktif selama pertandingan. Bahkan, salah satu pertanyaan pertama Jaissle ketika tiba di klub adalah berapa banyak kartu kuning yang bisa ia terima sebelum terkena larangan mendampingi tim.

Jawabannya adalah tiga kartu kuning. Matthias Jaissle mengakui dirinya harus lebih menghormati batas area teknis setelah mulai bekerja di Premier League. "Saya tidak akan mengubah gaya saya karena itu adalah kepribadian saya. Di pinggir lapangan saya emosional, tetapi saya harus sedikit lebih menghormati area tersebut," kata Jaissle.

Jaissle bahkan mengaku sedikit khawatir mendapatkan hukuman karena kebiasaannya meninggalkan area teknis. Dalam wawancara yang dikutip Chronicle Live, ia berharap wasit dapat memberikan toleransi pada beberapa kesempatan selama dirinya masih beradaptasi dengan aturan baru. Pengalamannya di Arab Saudi bersama Al Ahli membuatnya terbiasa memiliki ruang lebih panjang untuk bergerak ketika memberikan instruksi.

"Saya harus mempelajarinya. Saya memiliki garis yang panjang, saya bisa katakan begitu, di Arab Saudi. Jadi, GPS saya mungkin cukup tinggi," ujar Jaissle sambil bercanda. Pernyataan tersebut menggambarkan perbedaan yang harus segera ia pahami setelah pindah ke Inggris dan memulai era baru bersama Newcastle.

Karakter Jaissle yang penuh energi berpotensi menciptakan hubungan cepat dengan pendukung Newcastle United di St James' Park. Suporter tentu dapat menikmati sosok manajer yang menunjukkan emosi dan gairah dari pinggir lapangan, terutama ketika tim tampil agresif dan mampu mencetak gol.

Namun, tantangan bagi Jaissle adalah memastikan emosinya tidak berubah menjadi masalah disiplin. Newcastle membutuhkan manajer yang hadir dan aktif memberikan arahan sepanjang pertandingan, bukan sosok yang harus meninggalkan area teknis karena hukuman. Debut di hadapan publik St James' Park akan menjadi kesempatan pertama untuk melihat bagaimana ia mengendalikan karakter tersebut dalam pertandingan resmi.

Dengan aturan Premier League yang lebih ketat, Matthias Jaissle harus menemukan keseimbangan antara tetap menjadi dirinya sendiri dan menghormati batasan yang berlaku. Jika mampu melakukannya, energi serta emosinya justru dapat menjadi salah satu ciri khas era baru Newcastle United di bawah kepemimpinannya.

Artikel Tag: Newcastle United, Matthias Jaissle

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru