Matthias Jaissle Puji Duet William Osula dan Yoane Wissa
Matthias Jaissle melihat kombinasi William Osula dan Yoane Wissa menjanjikan. (Foto: Andrew Milligan/PA Images via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Matthias Jaissle memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan William Osula dan Yoane Wissa bermain bersama di lini depan Newcastle United musim ini. Keduanya tampil sejak awal saat The Magpies kalah 1-3 dari Everton di Murrayfield Stadium, Edinburgh, pada Rabu (12/8), dan kombinasi mereka terlihat menjanjikan sebelum Newcastle kehilangan momentum setelah tertinggal.
Gol Thierno Barry, Iliman Ndiaye, dan Tyrique George membuat gol hiburan Harvey Barnes tidak berarti bagi Newcastle United. Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua The Magpies dalam pramusim, sekaligus pertandingan lain yang dimanfaatkan Jaissle untuk bereksperimen dengan susunan pemain menjelang musim baru.
Salah satu keputusan menarik terjadi di lini depan. Setelah kemenangan 2-1 atas Valencia pada Sabtu membuat William Osula dan Yoane Wissa terlihat seperti dua pilihan yang harus bersaing untuk satu tempat, Jaissle justru memainkan keduanya secara bersamaan menghadapi Everton. Wissa ditempatkan di belakang Osula dalam peran yang pernah dijalaninya bersama timnas Republik Demokratik Kongo.
Keduanya terlihat mampu membangun koneksi pada awal pertandingan. Osula sempat melakukan penetrasi berbahaya dengan melewati beberapa pemain Everton sebelum pergerakannya dihentikan tepat ketika ia hendak melepaskan tembakan. Wissa juga hampir mencetak gol setelah menyambar umpan silang Bazoumana Toure yang hanya berhasil dihalau sebagian.
Matthias Jaissle mengakui kombinasi tersebut memberikan kesan positif, meski ia belum mau memastikan apakah keduanya akan kembali dimainkan bersama saat Newcastle United menghadapi Liverpool pada laga pembuka Premier League.
"Itu hanya pertandingan persahabatan dan kami mencoba pasangan berbeda di lini depan. Sekali lagi, dalam 15 hingga 20 menit pertama, mereka terlihat sangat, sangat bagus," kata Jaissle kepada Chronicle Live.
Namun, Jaissle menegaskan bahwa satu pertandingan pramusim belum cukup untuk menentukan susunan pemain utama. Ia masih memiliki dua pertandingan persahabatan lain untuk mengevaluasi berbagai kombinasi sebelum menentukan siapa yang akan dipercaya menghadapi Liverpool.
"Namun, itu hanya pertandingan persahabatan, jadi kami masih memiliki dua pertandingan lagi sebelum membuat keputusan mengenai siapa yang bermain melawan Liverpool," ujar Jaissle.
Pelatih asal Jerman tersebut kembali menggunakan pendekatan eksperimental setelah mengganti seluruh susunan pemain pada babak kedua melawan Everton. Nick Woltemade kemudian dimainkan sebagai penyerang, sementara Joe Willock menempati posisi nomor 10 dalam susunan tim yang berbeda.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Jaissle masih mencari formula terbaik untuk lini depan Newcastle. Ia tidak hanya menguji pemain secara individual, tetapi juga mencoba berbagai kombinasi untuk mengetahui pasangan yang paling cocok dengan sistem permainan yang ingin diterapkannya.
Waktu Jaissle untuk mengambil keputusan semakin terbatas. Newcastle dijadwalkan menghadapi Bayer Leverkusen dan Strasbourg dalam dua pertandingan persahabatan pada akhir pekan. Kedua laga tersebut akan menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain untuk meyakinkan sang manajer sebelum pertandingan pembuka Premier League.
Bagi Osula dan Wissa, penampilan bersama melawan Everton setidaknya memberikan indikasi bahwa mereka tidak harus selalu dipandang sebagai pesaing langsung. Jaissle justru membuka kemungkinan menggunakan keduanya dalam satu susunan, terutama jika kombinasi permainan mereka kembali memberikan dampak positif pada pertandingan berikutnya.
Newcastle pada akhirnya harus menentukan susunan pemain terkuat untuk menghadapi Liverpool. Dengan dua pertandingan pramusim tersisa, Matthias Jaissle masih memiliki ruang untuk bereksperimen. Namun, penampilan Osula dan Wissa dalam 20 menit awal melawan Everton telah memberikan satu opsi menarik yang mungkin dipertimbangkan lebih serius.
Artikel Tag: Newcastle United, Yoane Wissa, Matthias Jaissle, William Osula