John Herdman Jadi Pelatih Pertama yang Tak Dipecat Usai Gagal di Piala AFF
John Herdman gagal bawa Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala AFF 2026 (ASEAN Championship)
Berita Timnas - John Herdman menjadi pengecualian dalam sejarah Timnas Indonesia di Piala AFF (ASEAN Championship). Untuk pertama kalinya, pelatih skuad Garuda belum kehilangan jabatan setelah gagal membawa Indonesia melewati fase grup.
Kegagalan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 ternyata tidak langsung berujung pada pergantian pelatih.
Skuad Garuda hanya finis di posisi ketiga Grup A setelah mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Hasil tersebut membuat Indonesia kembali tersingkir di fase grup turnamen antarnegara Asia Tenggara.
Namun John Herdman masih dipercaya menangani Timnas Indonesia. Situasi ini berbeda dengan lima kegagalan sebelumnya ketika pelatih yang memimpin skuad Garuda langsung atau tidak lama kemudian kehilangan jabatannya.
Tradisi tersebut bermula pada ASEAN Championship 2007. Peter Withe gagal membawa Indonesia lolos dari fase grup dan dipecat hanya sehari setelah pertandingan terakhir melawan Singapura pada 18 Januari 2007.
Lima tahun berselang, Indonesia kembali tersingkir di fase grup. Tim asuhan Nil Maizar gagal melaju dari grup pada ASEAN Championship 2012. PSSI kemudian mencopot Nil dari jabatannya pada Februari 2013.
Alfred Riedl mengalami nasib serupa setelah Indonesia gagal di ASEAN Championship 2014. Riedl kehilangan jabatan pada 3 Desember 2014, sekitar sepekan setelah fase grup berakhir.
Berikutnya, Bima Sakti juga tidak dipertahankan setelah Indonesia tersingkir di fase grup ASEAN Championship 2018. Saat itu, Bima berstatus caretaker setelah Luis Milla meninggalkan kursi pelatih.
Kegagalan terbaru sebelum Herdman terjadi pada ASEAN Championship 2024 bersama Shin Tae-yong. Indonesia hanya menempati posisi ketiga Grup B. Shin akhirnya dipecat pada Januari 2025 setelah sekitar lima tahun menangani Timnas Indonesia.
Kini, Herdman menjadi pelatih pertama dalam daftar tersebut yang tetap bertahan setelah kegagalan di fase grup.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, memastikan federasi tetap akan melakukan evaluasi terhadap Herdman.
"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi," ujar Yunus Nusi.
"Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF di Laos."
Menurut Yunus, evaluasi dilakukan bersama Ketua Umum PSSI, Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, dan tim pelatih.
Dengan demikian, John Herdman masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa Timnas Indonesia pada agenda berikutnya, termasuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Artikel Tag: Timnas Indonesia, John Herdman, ASEAN Cup 2026