Catatan Chivu: Rekor Inter di Liga Champions Bikin Frustrasi
Catatan Chivu: Rekor Inter di Liga Champions Bikin Frustrasi - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Kekalahan dramatis dialami FC Internazionale Milano saat menjamu Club Brugge di Stadio San Siro. Dalam laga ketat yang berakhir 3-4 tersebut, manajer Cristian Chivu mengakui kekhawatiran mendalam atas rentetan kekalahan timnya di Liga Champions. Tujuh dari delapan pertandingan terakhir berakhir dengan kekalahan, membuat posisi Inter semakin tertekan.
Chivu mengungkapkan bahwa kegagalan ini disebabkan oleh kehilangan keseimbangan tim setelah semangat mulai memudar. "Frustrasi muncul, kami kehilangan fokus dan keseimbangan," ucap Chivu setelah pertandingan. Inter sebenarnya sempat bangkit lewat dua gol dari Lautaro Martinez dan satu tambahan dari Ange-Yoan Bonny, namun kesalahan individu di lini pertahanan, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat Brugge, membuat usaha mereka sia-sia.
Musim lalu, Inter nyaris lolos langsung ke fase knockout, tapi kini harus menghadapi tantangan lebih berat setelah kalah di dua laga awal. Kekalahan 4-3 dari Club Brugge, setelah sebelumnya ditundukkan Real Madrid 2-1, semakin menekan ambisi Nerazzurri di kompetisi bergengsi ini.
Performa pertahanan Inter menjadi sorotan utama. Meski produktif di lini depan dengan mencetak tiga gol, mereka kebobolan hingga 14 gol dalam delapan laga terakhir antara Serie A dan Liga Champions. Chivu mengakui ada banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketenangan dalam pertandingan.
"Sulit untuk bangkit di Liga Champions mengingat kualitas lawan yang dihadapi," ujar Chivu. "Kami harus fokus pada keseimbangan, duel, dan menjaga bentuk permainan." Chivu juga menekankan pentingnya persiapan mental yang lebih baik, mengingat kekalahan ini meruntuhkan harapan Inter di Liga Champions, seperti yang dialami musim lalu.
Inter menghadapi empat kekalahan beruntun di Liga Champions, termasuk dua kekalahan di babak play-off melawan Bodo/Glimt. Chivu menekankan pentingnya menjaga keyakinan dan terus bekerja keras pada aspek taktik dan mental agar bisa menghadapi enam laga tersisa dengan lebih baik.
Diakui Chivu, tekanan di lini tengah membuat perlindungan terhadap lini belakang menjadi kurang optimal, sehingga sering kali membiarkan serangan balik lawan. "Kami terlalu terburu-buru dan kehilangan fokus, itu berakibat fatal di Liga Champions," tambahnya. Chivu berharap timnya bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi tekanan kompetisi ini, di mana detail kecil bisa menentukan nasib tim.