Analisis Taktik: Ruben Amorim Berhasil Atasi Masalah di Lini Tengah
Ruben Amorim
Berita Liga Italia: Pelatih AC Milan, Ruben Amorim berhasil memperbaiki masalah lini tengah tim rossoneri di babak kedua saat menahan imbang Lazio 2-2 di stadio Olimpico.
AC Milan sempat tertinggal 0-2 lebih dulu sebelum bangkit menahan imbang Lazio 2-2 di Stadio Olimpico. Rossoneri untuk pertama kalinya musim ini tertinggal lebih dulu, usai gol Matteo Cancellieri dan sundulan Tijjani Noslin.
Pada babak pertama, skema pressing Milan kesulitan menembus bentuk 5-2-3 Lazio saat bertahan. Kurangnya kimia antara Luka Modric, Adrien Rabiot, dan Ruben Loftus-Cheek membuat lini tengah kerap kosong, sementara Alphadjo Cisse sering terisolasi menghadapi empat pemain Lazio sekaligus.
Kebiasaan Modric turun terlalu dalam juga meninggalkan ruang besar yang dimanfaatkan Nuno Tavares untuk membangun serangan Lazio, termasuk pada proses terjadinya gol kedua tuan rumah.
Perubahan besar terjadi usai jeda, ketika Ruben Amorim memutuskan untuk memasukkan Yunus Musah, Diego Moreira, dan Christian Pulisic.
Musah berperan memecah pressing lawan sambil memberi ruang bagi Rabiot untuk naik lebih tinggi, sementara Pulisic turun ke area antar lini untuk mengatasi overload di tengah yang selama ini menjadi masalah utama Milan.
Gol pertama Milan lahir dari rotasi posisi antara Samuel Chukwueze, Pulisic, dan Rabiot yang mengisi ruang kosong di posisi nomor sembilan.
Gol kedua tercipta usai Musah memenangkan bola hasil pressing tinggi terhadap Pinamonti, sebelum umpannya dituntaskan Moreira untuk melengkapi dua golnya dalam laga tersebut.
Artikel Tag: AC Milan, Benfica, Ruben Amorim