Kanal

Bikin Geger, Presiden FIA Mau Datangkan Michael Masi Lagi

Penulis: Abdi Ardiansyah
02 Des 2023, 12:35 WIB

Michael Masi

Berita F1: Eks Direktur Balap F1 yang kontroversial karena kejadian di GP Abu Dhabi 2021, Michael Masi, diwacanakan kembali ke kejuaraan oleh Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem.

Michael Masi diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Balap F1. Banyak yang membencinya karena membuat keputusan yang kontroversial di GP Abu Dhabi dua tahun silam. Akibatnya, Lewis Hamilton (Mercedes) gagal jadi juara dunia untuk kedelapan kalinya.

Saat itu Masi melakukan penerapan prosedur Safety Car yang memaksa restart pada lap terakhir balapan. Hal tersebut memungkinkan Max Verstappen (Red Bull Racing), yang juga kandidat juara dunia, menyalip Hamilton dan dinobatkan sebagai kampiun F1 2021.

FIA lantas melakukan penyeledikan usai akhir pekan balap di Sirkuit Yas Marina. Masi pun dipecat karena dinilai telah lalai dalam membuat keputusan di GP Abu Dhabi.

Namun baru-baru ini Mohammed Ben Sulayem yang merupakan Presiden FIA membuat semua orang gempar. Ia mengaku ingin membawa kembali Michael Masi, dengan alasan pria asal Australia tersebut sudah ‘tobat’ dan masih pantas bekerja di F1 lagi.

“Saya selalu meminta maaf, tapi saya tidak bisa meminta maaf atas sesuatu yang telah dilakukan sebelum saya. Baiklah, saya akan meminta maaf, tapi saya akan menghadirkan Michael Masi lagi. Apakah menurut Anda itu benar?“ kata Sulayem dikutip dari PA Sport.

“Orang malang adalah orang yang diserang dan dianiaya. Masi telah melewati neraka. Neraka! Dan jika saya melihat ada peluang yang dibutuhkan FIA, dan Masi adalah orang yang tepat, saya akan mendatangkannya,” ia menjelaskan.

Sulayem tidak menyebut nama Lewis Hamilton secara langsung dalam tanggapannya, namun membandingkan kekalahan kontroversial driver Mercedes tersebut di F1 2021 dengan kemenangan Inggris dalam melawan Jerman di final Piala Dunia 1966.

“Saya bahkan mendapat orang-orang yang mengancam akan membunuh saya karena saya mempunyai kekuatan untuk mengubahnya (hasilnya),” ungkap pria asal Uni Emirat Arab itu.

“Tetapi saya berkata kepada mereka: 'Maaf, Piala Dunia 1966, Inggris melawan Jerman, apakah itu benar? Apakah mereka mengubahnya? TIDAK.' Apakah mereka memberikannya ke Jerman? Tidak,” pungkasnya.

Artikel Tag: F1 2023, FIA, Michael Masi, Mohammed Ben Sulayem

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru