Junas Miradiarsyah Klaim Format Tandang-Kandang Bikin Penonton Meningkat
Junas Miradiarsyah Klaim Format Tandang-Kandang Bikin Penonton Meningkat
Berita Basket IBL: Format kandang-tandang (home-away) yang diterapkan liga tersebut sejak 2023, telah menjadi bagian penting untuk investasi jangka panjang guna menumbuhkan ekosistem bola basket Indonesia secara berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL), Junas Miradiarsyah.
"Penonton naik 400 persen dari format series menjadi kandang-tandang. Jadi, itu merupakan indikator bahwa insya Allah kami sudah mengarah ke yang lebih tepat," kata Junas Miradiarsyah saat kegiatan Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Junas menjelaskan transformasi kompetisi dilakukan bertahap sejak 2020 melalui penguatan tata kelola jadwal, transisi klub berbasis kota, pengembangan aspek komersial, hingga pembangunan ekosistem liga.
Dia menjelaskan, penerapan format kandang-tandang memberikan kesempatan kepada klub untuk bertanding di kota masing-masing sekaligus membangun pasar, basis penggemar, dan identitas yang lebih kuat di daerah. Kehadiran pertandingan secara langsung di berbagai kota juga membuka ruang interaksi klub dengan komunitas lokal.
Perubahan tersebut, lanjut dia, perlu dipandang sebagai investasi untuk meningkatkan nilai kompetisi dalam jangka panjang. Pertumbuhan basis penggemar dapat memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus menciptakan peluang komersial bagi klub, sponsor, atlet, dan pelaku industri olahraga.
Dia menyatakan, skala kompetisi IBL yang semakin berkembang juga membuat pertandingan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kondisi itu membuka peluang bagi klub untuk mengembangkan potensi pasar di kota masing-masing serta memperluas basis pendukung.
Potensi tersebut semakin besar karena tingkat ketertarikan terhadap bola basket di kalangan anak muda Indonesia disebut berada di atas 80 persen. Potensi itu dinilai menjadi modal bagi pengembangan industri bola basket nasional.
Sementara pada sesi Champion Stage ISS 2026, pemilik Bogor Hornbills Leo Gautama menyampaikan pandangan serupa setelah klub tersebut menorehkan sejarah sebagai juara baru IBL pada 2026.
"Saya apresiasi dengan IBL yang telah mengemas liganya sangat baik dan kami semua harus bersiap dengan ledakan peningkatan minat pasar bola basket dalam tiga sampai lima tahun mendatang seiring popularitas yang terus meningkat," ujar dia.
Dia menambahkan, penerapan format tersebut tidak hanya mengubah lokasi pertandingan, tetapi turut memperluas hubungan klub dengan masyarakat. Perkembangan tersebut diharapkan memperkuat fondasi klub serta industri bola basket Indonesia dalam jangka panjang.
Artikel Tag: IBL, Junas Miradiarsyah