DiJonai Carrington Klarifikasi Unggahannya Usai Diusir Wasit Versus Fever
DiJonai Carrington menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan penilaian flagrant foul 2 tersebut merupakan akibat dari “white privilege”. (Foto: AP)
DiJonai Carrington membantah mengaitkan keputusan wasit yang mengusirnya dari pertandingan Chicago Sky melawan Indiana Fever dengan isu “white privilege”.
Pernyataan itu disampaikan setelah unggahan Carrington di media sosial memicu kritik.
Carrington mendapat flagrant foul 2 dan dikeluarkan dari pertandingan pada Sabtu (8/8) setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Fever, Sophie Cunningham.
Insiden terjadi ketika Cunningham melakukan layup dalam situasi fast break.
Carrington datang dari belakang dan mengenai bagian kepala serta leher Cunningham. Pemain Fever itu terjatuh ke lapangan, tetapi tetap berhasil memasukkan bola.
Wasit kemudian meninjau tayangan ulang sebelum meningkatkan hukuman menjadi flagrant foul 2.
Menurut penjelasan wasit, keputusan tersebut didasarkan pada adanya gerakan mengayun, benturan, dan gerakan lanjutan dalam pelanggaran Carrington.
DiJonai Carrington merupakan pemain berkulit hitam, sedangkan Cunningham berkulit putih.
Setelah dikeluarkan dari pertandingan, Carrington mengunggah tulisan "White Privilege" dengan huruf kapital di media sosial dan menandai akun Fever.
Unggahan tersebut kemudian mendapat kritik, salah satunya dari mantan linebacker NFL Emmanuel Acho.
DiJonai Carrington merespons kritik itu melalui X dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyatakan penilaian flagrant foul 2 tersebut merupakan akibat dari “white privilege”.
"Dia meminta orang untuk menggunakan kemampuan berpikir kritis," tulis Carrington dalam responsnya, sembari menegaskan bahwa dirinya memahami persoalan “white privilege” dan tidak sembarangan menggunakan istilah tersebut.
Carrington juga mengatakan dirinya memiliki latar belakang pendidikan yang membuatnya memahami isu tersebut.
Pemain berusia 28 tahun itu menghabiskan empat tahun memperkuat Stanford sebelum menyelesaikan musim terakhir kariernya di level perguruan tinggi bersama Baylor.
Carrington menambahkan bahwa dirinya tidak akan menggunakan istilah “white privilege” sebagai senjata retoris tanpa bukti yang memadai, mengingat istilah tersebut memiliki bobot historis dan sosial yang besar.
Sampai saat ini, WNBA belum mengumumkan apakah Carrington akan menerima hukuman tambahan atas pelanggaran keras tersebut.
Setelah pertandingan melawan Fever, Sky melanjutkan perjalanan untuk menghadapi Seattle Storm pada Senin malam.
Carrington dan Chicago kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kemungkinan sanksi dari liga atas insiden tersebut.
Artikel Tag: WNBA, Chicago Sky