Kanal

Debut Caitlin Clark sebagai Komentator NBC Picu Perdebatan Publik

Penulis: Hanif Rusli
03 Feb 2026, 18:35 WIB

Caitlin Clark (kiri) tampil bersama pembawa acara Maria Taylor serta legenda NBA Carmelo Anthony dan Reggie Miller. (Foto: AP)

Debut Caitlin Clark sebagai analis tamu dalam siaran NBA di NBC yang sangat dinantikan justru berubah menjadi momen penuh sorotan dan kontroversi.

Penampilan bintang WNBA dan pemain Indiana Fever itu pada program Basketball Night in America, jelang laga New York Knicks kontra Los Angeles Lakers di Madison Square Garden, memicu reaksi luas di media sosial—mulai dari pujian hingga kemarahan.

Caitlin Clark tampil bersama pembawa acara Maria Taylor serta legenda NBA Carmelo Anthony dan Reggie Miller.

Namun, alih-alih menjadi perayaan atas pengaruh besarnya di dunia basket, momen debut tersebut diwarnai komentar canggung dari Miller.

Saat diminta menyebutkan pemain NBA yang paling mirip dengan gaya bermain Clark, Miller membandingkannya dengan Payton Pritchard, guard cadangan Boston Celtics.

Perbandingan itu langsung menuai kritik. Banyak pengamat dan penggemar menilai analogi tersebut tidak sepadan dan terkesan meremehkan.

Caitlin Clark dipandang sebagai talenta generasi dengan jarak tembak ekstrem dan visi bermain elit—sering disandingkan dengan nama-nama besar seperti Stephen Curry atau Luka Doncic—bukan sekadar pemain rotasi.

Reaksi wajah Clark yang terekam kamera, meski ia tetap diplomatis secara verbal, menjadi viral dan dianggap mencerminkan keterkejutan serta ketidaknyamanan.

Situasi makin panas karena faktor produksi.

NBC sebelumnya mempromosikan kehadiran Clark dengan waktu mulai pukul 18.00 ET, namun penonton harus menunggu sekitar 37 menit sebelum Clark akhirnya muncul di layar. Keterlambatan itu memicu gelombang keluhan.

Media sosial dibanjiri komentar kecewa dari pemirsa yang khusus menunggu Clark, terlebih di tengah ketidakpastian musim WNBA akibat negosiasi perjanjian kerja bersama (CBA) yang masih berlangsung.

Meski demikian, tak sedikit pula respons positif. Dalam segmen-segmen yang ia isi, Clark menunjukkan pembawaan alami, humor ringan, dan wawasan tajam.

Ia membahas kondisi fisiknya jelang musim ketiga, mengungkapkan rasa percaya diri bahwa ia “merasa seperti dirinya sendiri lagi” setelah cedera, serta menyatakan optimisme bahwa WNBA dan WNBPA akan mencapai kesepakatan CBA dalam waktu dekat.

Clark juga menyebut Luka Doncic sebagai inspirasi, menyoroti kemampuan mengontrol ruang, membaca pertahanan, dan mengombinasikan skor dengan playmaking—atribut yang banyak orang lihat pula pada dirinya.

NBC sendiri melihat Clark sebagai sosok yang tepat untuk peran ini.

Dengan rekam jejak luar biasa—dua kali All-Star WNBA, Rookie of the Year, serta pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NCAA Divisi I—Clark dinilai mampu menjembatani percakapan antara basket putra dan putri.

Ia dijadwalkan kembali tampil dalam siaran NBC pada Maret mendatang.

Pada akhirnya, debut Clark menjadi “ujian api” yang tak terduga: satu komentar yang keliru dan masalah produksi cukup untuk memicu badai reaksi.

Namun di balik kontroversi, satu hal jelas—kehadiran Caitlin Clark di layar NBA menarik perhatian besar, menegaskan daya tarik dan pengaruhnya yang melampaui batas liga.

Artikel Tag: Caitlin Clark, WNBA, Indiana Fever

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru