☰
Kanal
✕

Atlanta Dream Tetap Percaya Diri meski Tertinggal 2-3 di Final WNBA 2026

Penulis: Hanif Rusli
29 Okt 2026, 21:15 WIB

Bintang Atlanta Dream Angel Reese (kiri), yang hanya mencetak angka satu digit dalam dua kekalahan terakhir, bertekad mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memperpanjang seri final. (Foto: AP)

Atlanta Dream berupaya mengembalikan kepercayaan diri dan kegembiraan bermain menjelang gim keenam Final WNBA melawan Golden State Valkyries, Kamis (29/10), saat mereka tertinggal 2-3 dalam seri berformat tujuh pertandingan.

Dream membutuhkan kemenangan di State Farm Arena untuk memaksakan gim ketujuh sekaligus menjaga peluang meraih gelar pertama dalam sejarah klub.

Sementara itu, Valkyries hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara WNBA pertama mereka.

"Saya merasa dalam beberapa pertandingan terakhir kami tidak bermain seperti diri kami sendiri. Kami tahu itu. Kalian tidak melihat kami tersenyum atau menikmati kebersamaan, padahal itulah cara kami bermain," kata DeWanna Bonner, juara WNBA dua kali, Rabu.

Atlanta Dream mengawali seri final dengan momentum kuat setelah mencatatkan 10 kemenangan beruntun.

Meski kalah tipis pada gim pertama setelah memimpin hampir 30 menit, Dream bangkit dengan memenangi dua pertandingan berikutnya dengan selisih gabungan 40 poin.

Namun, situasi berubah pada gim keempat dan kelima. Dream hanya mencetak 62 dan 55 poin dalam dua kekalahan tersebut, sekaligus melakukan total 35 turnover.

Mereka kini berusaha memperbaiki serangan dan memulai pertandingan dengan lebih baik.

Bintang Dream Angel Reese mengatakan tim telah menjalani evaluasi video dan pertemuan internal untuk membahas kesalahan individu maupun kolektif.

Dia menyebut diskusi tersebut mencakup percakapan sulit yang diperlukan agar tim bisa berkembang.

"Semua orang sekarang berada dalam kondisi mental yang baik," kata Reese.

Guard Rhyne Howard menambahkan bahwa Atlanta Dream tidak boleh menyerah meski menghadapi tekanan eliminasi.

Menurutnya, Valkyries juga pernah berada dalam posisi terdesak sebelum bangkit memenangi dua pertandingan terakhir.

"Keyakinan kami tetap tinggi. Tidak ada alasan untuk kehilangan kepercayaan diri. Kami hanya tertinggal satu pertandingan. Jika memenangi gim keenam, seri ini kembali terbuka," ujar Bonner.

Reese, yang hanya mencetak angka satu digit dalam dua kekalahan terakhir, mengaku tidak sabar kembali bermain. Dia bertekad mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memperpanjang seri final.

"Saya ingin meninggalkan semuanya di lapangan. Kalian harus mengangkat saya keluar dari lapangan. Saya ingin benar-benar kelelahan karena sudah memberikan segalanya," katanya.

Dukungan penonton juga dipastikan hadir. Dream mengumumkan bahwa gim keenam telah habis terjual meski dimulai pukul 12.30 waktu setempat, jadwal yang menuai kritik karena berpotensi berbenturan dengan aktivitas sekolah dan pekerjaan.

Sekitar 17.000 penonton diperkirakan memenuhi arena.

Jadwal awal tersebut dipilih setelah penyelenggara menghadapi benturan agenda di State Farm Arena, termasuk pertandingan NBA antara Atlanta Hawks dan Cleveland Cavaliers pada Kamis malam.

Opsi memindahkan pertandingan final ke Jumat malam juga sempat dibahas bersama WWE, tetapi akhirnya batal karena kekhawatiran mengenai jadwal gim ketujuh pada malam pemilihan umum AS, 3 November.

Pemilik Dream sebelumnya mengkritik lambatnya respons liga terhadap persoalan jadwal. Meski demikian, pelatih Karl Smesko menyambut positif kesempatan bermain di arena berkapasitas besar tersebut.

Jika menang, Atlanta Dream akan memaksakan gim ketujuh pada Sabtu (30/10) di San Francisco. Dream berharap dukungan publik dan kembalinya permainan terbaik mereka dapat menjaga peluang meraih gelar perdana.

Artikel Tag: Golden State Valkyries, Atlanta Dream

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru