Kanal

Bagi Iga Swiatek, Atlet Ini Jadi Panutan Yang Luar Biasa

Penulis: Dian Megane
24 Feb 2021, 10:30 WIB

Iga Swiatek ketika beraksi di Australian Open 2021

Berita Tenis: Iga Swiatek mengejutkan dunia tenis pada musim 2020 ketika ia berhasil memenangkan gelar French Open dengan mengalahkan Sofia Kenin.

Meski langkah petenis berkebangsaan Polandia di Australian Open musim 2021 belum begitu sukses setelah kalah dari Simona Halep di babak keempat, ia mengungkapkan bagaimana ia mengatasi kemunduran tersebut dan merujuk atlet ski asal AS yang dua kali mengantongi medali emas Olimpiade dan juara dunia, Mikaela Shiffrin sebagai panutannya.

Petenis berusia 19 tahun menyatakan bahwa bertemu panutannya, Shiffrin akan seperti mimpi yang menjadi nyata.

Petenis berkebangsaan Polandia mengungkapkan bahwa ia sangat menghormati kegigihan mental Shiffrin dan ia meyakini, orang lain juga seharusnya mengikuti contoh yang telah diperlihatkan juara dunia empat kali tersebut.

“Akan seperti mimpi yang menjadi nyata jika saya bertemu dengannya,” seru Swiatek kepada Tennis Channel.

“Saya benar-benar menghormatinya. Saya merasa ia seperti melakukan sesuatu yang berbeda dalam olahraga. Saya bukan penggemar berat ski, saya hanya menyaksikan musim terakhirnya.”

“Psikolog saya, ketika ia membicarakan tentang psikologi, ia menggunakan Mika sebagai contoh dari perilaku dan sikap.”

“Ia benar-benar panutan yang luar biasa, karena ia tampil di Olimpiade sebagai seorang remaja dan mudah-mudahan tahun ini saya juga bisa tampil di Olimpiade. Saya juga ingin mencapai hal yang menakjubkan. Ia benar-benar panutan yang sangat positif. Saya benar-benar menghormatinya.”

Shiffrin merespon wawancara tersebut melalu Twitter dengan menuliskan, “@iga_swiatek terima kasih atas pujian yang luar biasa. Juga, selamat atas kemenangan French Open musim 2020.”

“Sungguh pertandingan yang menakjubkan untuk disaksikan dan pernyataan tegas atas kekuatan fisik dan mental dalam dua pekan. Saya belajar banyak dengan menyaksikan poin-poin yang kau mainkan dan tetap tenang selama pertandingan itu.”

“Dari sudut pandang saya, permainan mental selalu menjadi pekerjaan yang berjalan dengan pasang surut, tetapi jangan lupa bahwa itu juga bagian dari hidup. Kita semua manusia, pada hari yang baik mau pun buruk, dan terkadang kau merasa dunia mengharapkan kau melalui hari-hari yang baik serta memenangkan semua hal, tidak memahami seberapa besar usaha yang diperlukan hanya untuk memenangkan satu kompetisi, apalagi setiap kompetisi.”

“Karena kau bukan mesin, akan ada kekalahan yang menyakitkan, tetapi kita belajar banyak dari kekalahan itu dibandingkan dari kemenangan dan kekalahan seseorang, bisa menjadi kemenangan orang lain.”

Artikel Tag: Tenis, French Open, Iga Swiatek, Mikaela Shiffrin

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru