Kanal

China Targetkan 2 Medali Emas Asian Games 2026

Penulis: Yusuf Efendi
19 Sep 2026, 17:15 WIB

Liang Wei Keng-Wang Chang/[Foto:Sohusports]

Tim bulu tangkis China menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan pandangan yang lebih terukur dibandingkan kejuaraan besar sebelumnya, dengan harapan untuk memenangkan sekitar dua medali emas.

Secara tradisional, Tiongkok memasuki Asian Games dengan harapan untuk memberikan tantangan di hampir setiap disiplin bulu tangkis, tetapi situasinya berbeda kali ini.

Perubahan besar dalam kepelatihan, cedera pada pemain kunci, dan hasil yang tidak konsisten di beberapa nomor tunggal telah memaksa tim untuk mengadopsi pendekatan yang lebih selektif.

Peluang medali emas terkuat mereka tampaknya terkonsentrasi di nomor beregu putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Bulu Tangkis China Memasuki Asian Games di Tengah Periode Perubahan
Salah satu perbedaan terbesar dari siklus Olimpiade sebelumnya adalah komposisi tim pelatih Tiongkok.

Beberapa tanggung jawab kepelatihan telah berubah, sehingga struktur baru ini memiliki waktu terbatas untuk memantapkan diri sebelum salah satu ajang olahraga terbesar di Asia.

Tantangannya jauh melampaui persiapan teknis.

Para pelatih harus mengelola kebugaran pemain, membuat keputusan sulit terkait susunan pemain dalam kompetisi tim, dan memastikan skuad tetap siap secara mental melalui jadwal Asian Games yang menuntut.

Alih-alih mengharapkan setiap cabang olahraga untuk memperebutkan medali emas, China tampaknya siap untuk memusatkan sumber dayanya pada cabang olahraga di mana kekuatan dan kedalaman yang dimilikinya saat ini menawarkan peluang terbaik.

Kondisi fisik dan mental telah menjadi perhatian utama lainnya menjelang Aichi-Nagoya.

Pemain tunggal putra terkemuka China, Shi Yuqi, telah menghadapi masalah fisik dan performa yang tidak konsisten sepanjang musim.

Kekalahannya di babak awal Kejuaraan Dunia baru-baru ini menambah kekhawatiran seputar departemen tunggal putra China.

Li Shifeng dan Weng Hongyang juga kesulitan menghasilkan hasil yang konsisten di turnamen besar, dengan ketiga pemain putra Tiongkok tersebut gagal mencapai perempat final Kejuaraan Dunia.

Situasi menjadi lebih rumit sesaat sebelum Asian Games ketika pemain ganda putra Chen Boyang terpaksa mundur karena masalah fisik.

He Ji Ting kemudian dimasukkan ke dalam skuad untuk berpasangan dengan Liu Yi, menciptakan perubahan mendadak lainnya dalam susunan pemain ganda China.

Tunggal Putri Juga Menghadapi Jalan yang Sulit
Tiongkok tetap kuat di nomor tunggal putri, tetapi memenangkan gelar Asian Games tidak akan mudah.

Chen Yu Fei dan Wang Zhi Yi sama-sama memiliki jadwal kompetisi yang padat, sementara kondisi fisik dan kelelahan yang terakumulasi tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan menjelang Olimpiade.

Persaingan di tingkat internasional juga sangat ketat.

An Se Young dari Korea Selatan terus menjadi standar di nomor tunggal putri, sementara Akane Yamaguchi dari Jepang tetap menjadi salah satu pemain paling berprestasi di dunia bulu tangkis.

Hal itu menjadikan nomor tunggal putri sebagai peluang realistis bagi Tiongkok untuk meraih medali, tetapi jauh kurang dapat diprediksi sebagai ajang perebutan medali emas.

Tim Putra Bisa Menjadi Peluang Emas Terbesar bagi China

Kompetisi tim putra diperkirakan akan menjadi salah satu prioritas utama Tiongkok.

China datang sebagai juara bertahan tim putra Asian Games setelah memenangkan gelar di Hangzhou 2023.

Namun, mempertahankan gelar juara di Jepang bisa jadi sulit.

India dan india sama-sama memiliki kedalaman pemain tunggal dan ganda yang cukup untuk menantang China dalam format tim lima pertandingan.

Kekuatan India di nomor tunggal putra memberikan kemampuan untuk langsung menekan China, sementara Indonesia memiliki kedalaman yang cukup besar di nomor tunggal putra dan ganda putra.

Oleh karena itu, margin kesalahan China bisa jadi kecil.

Liang Wei Keng / Wang Chang Penting bagi Tim Putra Tiongkok

Banyak hal bergantung pada juara dunia yang baru dinobatkan, Liang Wei Keng dan Wang Chang.

Pasangan Tiongkok itu memenangkan gelar juara dunia ganda putra di New Delhi setelah mengalahkan pasangan Malaysia Aaron Chia dan Soh Wooi Yik dengan skor 21-17, 21-16 di final.

Performa mereka memberikan poin penting bagi Tiongkok dalam kompetisi tim.

Jika Shi Yuqi, Li Shifeng, atau perwakilan tunggal putra Tiongkok lainnya menyerah dalam pertandingan, tekanan pada Liang dan Wang — dan pasangan ganda kedua — dapat meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu, ajang beregu putra merupakan peluang nyata untuk meraih medali emas, tetapi bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh oleh Tiongkok.

Nomor Ganda Putri Tetap Menjadi Salah Satu Cabang Olahraga Terkuat di Tiongkok
Nomor ganda putri mungkin merupakan cabang olahraga individu terkuat China menjelang Asian Games.

Liu Sheng Shu dan Tan Ning tetap menjadi salah satu pasangan terkemuka di bulu tangkis internasional, sementara Jia Yi Fan dan Zhang Shu Xian memberi Tiongkok kombinasi berpengalaman tingkat kejuaraan lainnya.

Kedua pasangan tersebut memberi China kedalaman skuad dan fleksibilitas taktis.

Korea Selatan kemungkinan akan memberikan tantangan terbesar, dengan kombinasi unggulannya yang mampu mengalahkan pasangan Tiongkok pada hari yang tepat.

Meskipun demikian, ganda putri tetap menjadi salah satu peluang terbesar Tiongkok untuk meraih medali emas individu.

Artikel Tag: Tiongkok, Shi Yuqi, Wang Chang, Liang Wei Keng, Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru