Andres Cortes Dekati Perebutan Gelar setelah Kalahkan Mark Magsayo
Andres Cortes (kiri) tampil metodis dan memanfaatkan tangan kanannya untuk lebih sering mendahului Magsayo dalam pertukaran pukulan. (Foto: Fight TV)
Andres Cortes melanjutkan langkahnya menuju perebutan gelar setelah mengalahkan mantan juara kelas bulu WBC Mark Magsayo melalui keputusan mutlak dalam pertarungan 10 ronde di T-Mobile Arena, Sabtu (12/9) malam.
Petinju kelas ringan berusia 29 tahun itu meraih kemenangan terbesar dalam kariernya.
Cortes tampil metodis dan memanfaatkan tangan kanannya untuk lebih sering mendahului Magsayo dalam pertukaran pukulan.
Ketiga juri, Eric Cheek, Chris Migliore, dan David Sutherland, memberikan skor identik 97-93 untuk Cortes.
Kemenangan tersebut membawa rekor Andres Cortes menjadi 26-0 dengan 13 kemenangan KO.
Cortes tampil dalam panggung besar sebagai laga pembuka kartu pertandingan The Ring dan Zuffa Boxing yang menampilkan Ryan Garcia melawan Conor Benn sebagai partai utama.
“Saya hanya menjalankan rencana pertandingan, yaitu bertinju dan membongkar pertahanannya,” kata Andres Cortes kepada Max Kellerman dari The Ring seusai pertandingan.
“Saya mencoba terus menekannya dan memberikan pertarungan menarik kepada para penggemar di hari istimewa ini. Tetapi terkadang Anda terkena pukulan, jadi saya kembali ke gaya bertinju.”
Magsayo (29-3, 19 KO) sesekali mampu mendaratkan pukulan kanan ketika Cortes maju menyerang. Namun, petinju asal Filipina itu tidak cukup efektif saat harus bertarung sambil bergerak mundur.
Ketika terlihat tertinggal dalam penilaian juri, Magsayo melepaskan pukulan paling berbahaya dalam pertarungan tersebut.
Hook kiri yang mendarat dengan telak membuat Cortes harus mengatur ulang pijakannya ketika ronde kesembilan menyisakan lebih dari 40 detik.
Cortes tidak mengalami cedera serius akibat pukulan itu. Ia kembali menggunakan kemampuan bertinjunya untuk menjaga jarak dan memastikan kemenangan meyakinkan hingga bel akhir berbunyi.
Pertarungan sempat diwarnai dua keputusan knockdown yang kemudian dibatalkan.
Pejabat tayangan ulang Komisi Atletik Negara Bagian Nevada membatalkan dua knockdown yang sebelumnya dihitung wasit Celestino Ruiz untuk Cortes pada ronde ketiga dan keempat.
Knockdown pertama terjadi ketika ronde ketiga menyisakan sedikit lebih dari satu menit.
Pukulan kanan Cortes mengenai tubuh Magsayo dan sarung tangan kanan petinju Filipina itu menyentuh kanvas. Ruiz langsung menghitungnya sebagai knockdown.
Magsayo memprotes dan menyatakan dirinya didorong. Ia juga tidak terlihat mengalami cedera ketika pertarungan dilanjutkan.
Cortes kembali mendapat hitungan knockdown pada ronde keempat dengan waktu tersisa 53 detik.
Magsayo jatuh dengan satu lutut ketika Cortes berusaha mendaratkan tangan kanan. Magsayo kembali merasa dirinya didorong, tetapi Ruiz tetap menghitung knockdown tersebut.
Keputusan awal itu sempat memperlebar keunggulan Cortes dalam penilaian juri.
Namun, setelah kedua knockdown dibatalkan melalui tayangan ulang, Cortes tetap mampu mempertahankan dominasinya dan meraih kemenangan angka mutlak.
Artikel Tag: Ryan Garcia