Amanda Serrano Tampil Dominan Pertahankan Gelar, Stephanie Han Bungkam Holm
Bagi Amanda Serrano (kanan), kemenangan atas Tellez ini terasa spesial karena menandai kembalinya ia ke kelas alami 126 pound setelah dua tahun absen. (Foto: Fight TV)
Amanda Serrano kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu petinju terbaik dunia.
Bertarung di hadapan publik sendiri di Coliseo Roberto Clemente, Puerto Riko, pada Sabtu (3/1) malam waktu setempat, Serrano sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA dan WBO setelah menang mutlak atas penantang muda Reina Tellez.
Dua juri memberi skor 97-93, sementara satu juri lainnya mencatatkan kemenangan lebih telak 98-92 untuk Serrano.
Laga ini berlangsung selama 10 ronde berdurasi tiga menit, mengikuti aturan tinju pria, dan menjadi pertarungan pembuktian bagi Serrano setelah dua kekalahan beruntun dari Katie Taylor di kelas super ringan.
Bagi Amanda Serrano (48-4-1, 30 KO), kemenangan ini terasa spesial karena menandai kembalinya ia ke kelas alami 126 pound setelah dua tahun absen.
“Rasanya luar biasa bertarung di Puerto Rico, tapi lebih luar biasa lagi bisa kembali ke 126 pon,” ujar Serrano. “Saya merasa inilah kelas terbaik saya dan ke depannya penampilan saya akan semakin baik.”
Meski kalah, Reina Tellez (13-1-1) meninggalkan kesan positif.
Petinju berusia 22 tahun itu menerima laga ini hanya dengan persiapan 15 hari setelah lawan awal Serrano, Erika Cruz, dicoret akibat temuan tes doping.
Menghadapi juara dunia tujuh divisi jelas menjadi lonjakan besar dalam kariernya, namun Tellez mampu bertahan hingga ronde terakhir.
“Saya belum pernah bertarung 10 ronde, apalagi tiga menit per ronde,” kata Tellez. “Tapi saya bisa bertahan melawan salah satu petinju terbaik dunia, sosok yang saya idolakan sejak kecil. Saya bangga dengan diri saya.”
Sejak ronde awal, perbedaan pengalaman tampak jelas. Amanda Serrano terus menekan dengan kombinasi cepat dan pukulan beruntun.
Namun ketangguhan Tellez mencegah laga berakhir cepat. Bahkan, sebuah benturan kepala tak disengaja sempat menyebabkan pembengkakan di bawah mata kanan Serrano.
Meski sempat lebih berhati-hati di ronde tengah, Serrano kembali meningkatkan volume serangan di paruh akhir laga dan mengejar kemenangan KO, meski akhirnya harus puas dengan keputusan juri.
Dengan usia 37 tahun, Amanda Serrano menegaskan dirinya belum mendekati masa pensiun dan akan tetap bertarung di kelas bulu.
Ia membuka peluang menghadapi para juara lain seperti Tiara Brown (WBC) dan Nina Meinke (IBF), meski belum menyebut nama secara spesifik.
Sementara itu, partai pendamping utama juga menyajikan drama.
Stephanie Han (12-0, 3 KO) mempertahankan gelar kelas ringan WBA setelah menang technical unanimous decision atas Holly Holm (34-3-3).
Pertarungan dihentikan pada ronde ketujuh akibat luka di atas mata kanan Han dari benturan kepala tak disengaja, yang membuat dokter ring melarang laga dilanjutkan.
Sebelum dihentikan, Han tampil dominan dengan kecepatan dan pukulan kanan balik yang efektif, mengungguli Holm dalam statistik pukulan 87 berbanding 29.
Bagi Holm, petinju 44 tahun yang juga mantan juara UFC, kekalahan ini menghentikan momentumnya setelah kembali ke ring tinju tahun lalu.
Artikel Tag: Amanda Serrano