Alasan Nahkoda Persita Pilih Hokky Caraka Jadi Kiper Darurat
Igor Rodrigues ketika dikartu merah wasit
Berita Super League Indonesia: Persita Tangerang gagal mewujudkan target membawa pulang poin dari Bandung. Tim asuhan Carlos Pena takluk lewat gol tunggal Andrew Jung dari situasi sepak pojok dan tampil sepuluh pemain di akhir laga.
Klub berjuluk Pendekar Cisadane ini punya ambisi menjaga tren positif dari bertemu Persib. Karena kemenangan sukses didapat melawan juara bertahan Super League pada laga di putaran pertama lalu.
Namun dalam kunjungan ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2), Hokky Caraka dan kawan-kawan harus tertunduk lesu. Bahkan petaka datang di menit akhir karena Igor Rodrigues dikartu merah.
"Sangat disayangkan kami tak bisa pulang dari sini setidaknya dengan satu poin, karena saya rasa para pemain dan tim pantas mendapatkannya. Kami datang ke sini untuk bermain dengan kepribadian dan karakter," ujar pria asal Spanyol ini dalam jumpa pers seusai laga.
Persita datang dengan kepercayaan diri yang tinggi meski menjadi tamu. Mereka tampil agresif dan tidak memberi ruang lawan melancarkan serangan. Sayangnya satu set piece gagal diredam dan gol Persib lahir.
"Saya rasa tidak banyak tim yang hadir ke sini dan bermain seperti cara kami bermain. Kami kebobolan dari situasi bola mati yang tentu saja harus bisa kami antisipasi dengan lebih baik," kata dia.
"Tapi bahkan setelah itu, kami sempat mencetak gol juga dari situasi bola mati, tetapi gol itu tidak disahkan. Jadi selamat untuk Persib, dan sekarang kami harus bangkit untuk pertandingan berikutnya," lanjutnya.
Ketika ketinggalan satu gol, usaha terus dilakukan Persita untuk menyamakan angka. Sayang kartu merah harus didapat sang kiper, Igor Rodrigues lantaran melakukan pelanggaran profesional saat turut maju membantu serangan di injury time.
Mengenai keputusan wasit, Carlos Pena memutuskan untuk tidak memberikan tanggapan. Dia lebih fokus memaparkan alasan menunjuk Hokky Caraka menjadi penjaga gawang darurat karena kuota pergantiannya sudah habis di menit akhir.
"Tidak ada komentar mengenai wasit, ini juga bukan pertama kalinya kami mengalami situasi seperti ini, tetapi saya tidak ingin berkomentar," ujar mantan pelatih Persija Jakarta tersebut.
"Mengenai Hokky, karena dia sempat merasa kram dan tak bisa terlalu banyak berlari. Dia menyelesaikan pertandingan dengan kondisi kram, karena itu, kami memutuskan menempatkannya sebagai penjaga gawang," pungkasnya.
Artikel Tag: Persib, persita, hokky caraka, carlos pena