Daisuke Sato Buat Klarifikasi Terkait Embargo Transfer Persib
Mantan bek Persib, Daisuke Sato
Berita Super League Indonesia: Daisuke Sato bicara mengenai kasus yang menyeret dirinya dengan mantan klubnya, Persib Bandung. Persib mendapatkan sanksi berupa larangan mendaftarkan pemain baru dari FIFA.
Pihak klub mengakui ada perkara terkait terminasi kontrak yang dilakukan pada akhir 2023 lalu kepada bek asal Filipina ini. Meski tidak disebut secara jelas, namun sang pemain memang dihentikan ikatan kerja samanya dan digantikan Kevin Ray Mendoza.
Sato pun memberi klarifikasi terkait diskusi yang berkembang sejak Jumat (29/5) tersebut. Lewat akun Instagram pribadinya, pemain keturunan Jepang ini menyebut sengketa memang terjadi sejak tahun 2023 ketika kontraknya disudahi.
"Permasalahan ini bukan menjadi hasil dari laporan baru atau tindakan terbaru dari pihak saya. Masalah ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023," tulis dia dalam caption di instragram, Sabtu (30/5).
Pemain internasional Filipina ini mengatakan bahwa dia sudah coba menangani situasi ini melalui cara profesional. Namun disebabkan tidak menemui titik terang, maka proses hukum pun akhirnya ditempuh.
"Namun, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," lanjutnya.
Sato juga membeberkan bahwa pihak manajemen Persib Bandung sempat meminta agar detail keputusan hukum tersebut dirahasiakan dari publik. Tapi permintaan itu ditolak mentah-mentah asas dasar transparansi.
"Persib meminta keputusan ini tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain atau klub dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi. Kami pun menolak permintaan tersebut karena meyakini bahwa persoalan ini seharusnya ditangani secara transparan," tutur dia.
"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Larangan tersebut adalah konsekuensi dari tidak dipatuhinya keputusan final dalam batas waktu yang telah ditentukan," imbuhnya.
Sang pemain juga menegaskan tidak pernah mempunyai masalah dengan Bobotoh dan klub sebagai institusi. Sato selalu menghormati Maung Bandung dan ini hanya bentuk cara dia memperjuangan hak sebagai pesepakbola.
"Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun para pendukungnya. Proses ini semata-mata bertujuan untuk melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati," pungkasnya.
Artikel Tag: Persib, Super League, Daisuke Sato