Kanal

Yemaneberhan Crippa Juara Paris Marathon, Shure Demise Pecahkan Rekor

Penulis: Hanif Rusli
13 Apr 2026, 15:00 WIB

Yemaneberhan Crippa (kiri) dan Shure Demise melakukan selebrasi setelah melewati garis finis Paris Marathon 2026. (Foto: AP)

Pelari Italia Yemaneberhan Crippa dan atlet Ethiopia Shure Demise tampil sebagai juara pada Paris Marathon 2026 yang digelar Minggu (12/4) waktu setempat.

Crippa memenangkan nomor putra dengan catatan waktu terbaik pribadi, sementara Demise mencetak rekor lintasan baru di nomor putri.

Yemaneberhan Crippa, 29 tahun, mencatatkan waktu 2 jam 5 menit 18 detik untuk finis terdepan di antara hampir 60 ribu peserta yang berpartisipasi dalam lomba maraton di ibu kota Prancis tersebut.

Hasil ini juga menandai tonggak sejarah, karena ia menjadi pelari Italia pertama yang menjuarai Paris Marathon.

Pelari kelahiran Ethiopia itu unggul tipis atas Bayelign Teshager yang finis lima detik di belakangnya. Posisi ketiga ditempati Sila Kiptoo dari Kenya dengan selisih 10 detik dari sang juara.

Crippa mengungkapkan bahwa ia mulai percaya diri meraih kemenangan saat lomba memasuki kilometer ke-33.

Ia kemudian memanfaatkan momentum pada kilometer ke-39 ketika para pesaingnya mulai kehilangan tenaga.

“Karier maraton saya dimulai hari ini. Saya akhirnya menemukan jalur yang tepat,” ujar Crippa. “Saat melihat lawan mulai melemah, saya memutuskan untuk menyerang.”

Sementara itu, di nomor putri, Shure Demise tampil dominan dengan memecahkan rekor lintasan.

Pelari berusia 30 tahun itu mencatatkan waktu 2 jam 18 menit 34 detik, memecahkan rekor sebelumnya lebih dari satu menit.

Rekor lama dipegang pelari Kenya Judith Jeptum Korir dengan waktu 2:19:48 yang dicatatkan pada 2022.

Menariknya, bukan hanya Demise yang melampaui rekor tersebut, tetapi juga beberapa pelari lainnya.

Misgane Alemayehu dari Ethiopia finis di posisi kedua dengan waktu 2:19:08, diikuti Magdalyne Masai dari Kenya yang mencatatkan 2:19:17.

Pelari Ethiopia lainnya, Enatnesh Alamrew Tirusew, juga mencatatkan waktu di bawah rekor lama dengan 2:19:18.

Shure Demise menunjukkan performa konsisten sepanjang lomba dan mampu menjaga keunggulan hingga garis finis di Avenue Foch, yang berada dekat landmark ikonik Arc de Triomphe.

Paris Marathon tahun ini kembali menarik perhatian dengan jumlah peserta yang besar serta persaingan ketat di kedua kategori.

Selain kemenangan Yemaneberhan Crippa yang bersejarah, rekor baru yang diciptakan Demise menjadi sorotan utama dalam ajang tersebut.

Hasil ini menegaskan peningkatan kualitas kompetisi di level maraton internasional, dengan semakin banyak pelari yang mampu mencatatkan waktu di bawah standar sebelumnya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru