WNBA Pasang Tenggat Kesepakatan CBA Agar Tak Ganggu Jadwal Musim 2026
WNBA dan WNBPA masih mendiskusikan sejumlah perbedaan mendasar yang masih menghambat negosiasi CBA yang telah berlangsung selama 16 bulan. (Foto: AP)
Liga bola basket putri Amerika Serikat, WNBA, menetapkan tenggat waktu 10 Maret bagi tercapainya kesepakatan perjanjian kerja bersama (CBA) baru agar jadwal musim 2026 tidak terganggu.
Informasi tersebut disampaikan liga kepada serikat pemain dan tim pada Senin (23/2), menurut sumber kepada ESPN.
WNBA yang diwakili staf liga, komite hubungan tenaga kerja, serta para pemilik klub, menggelar pertemuan virtual dengan lebih dari 50 pemain dalam sesi perundingan kedua bulan ini.
Dalam pertemuan tersebut, liga menyampaikan batas waktu 10 Maret sekaligus melanjutkan diskusi terkait sejumlah perbedaan mendasar yang masih menghambat negosiasi CBA yang telah berlangsung selama 16 bulan.
Serikat pemain, Women's National Basketball Players Association (WNBPA), dijadwalkan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk merespons proposal terbaru liga yang diajukan pada Jumat lalu.
Liga juga bertemu dengan para general manager pada Senin sore untuk menyampaikan tenggat tersebut.
Ini disebut sebagai batas waktu resmi pertama yang diberikan liga sejak negosiasi berlarut-larut dan mulai mengganggu agenda pramusim.
Bahkan jika kesepakatan tercapai sebelum 10 Maret, proses ratifikasi formal diperkirakan memakan waktu beberapa pekan.
WNBA masih harus menggelar expansion draft untuk dua tim baru, Toronto Tempo dan Portland Fire, serta membuka periode free agency yang melibatkan sekitar 80 persen pemain liga.
Training camp dijadwalkan mulai 19 April, sementara draft pemain perguruan tinggi digelar 13 April. Musim reguler rencananya dimulai 8 Mei.
Komisioner NBA, Adam Silver, yang turut memantau situasi tersebut, menyebut negosiasi sudah mendekati batas akhir.
“Sering kali kesepakatan tercapai di menit-menit terakhir. Kami sudah sangat dekat dengan waktu itu,” ujarnya saat NBA All-Star Weekend pada 14 Februari.
Isu utama dalam negosiasi adalah sistem pembagian pendapatan dan batas gaji. Kedua pihak belum mencapai titik temu terkait skema revenue sharing.
Selain itu, fasilitas perumahan yang selama ini disediakan klub namun tidak tercantum dalam proposal awal liga juga menjadi sorotan penting.
Di tengah negosiasi yang alot, WNBPA mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, WNBA menghasilkan pendapatan yang cukup pada 2025 untuk memicu pembagian pendapatan kepada pemain.
Menurut serikat, 13 tim akan menerima total 8 juta dolar AS untuk didistribusikan kepada pemain aktif musim 2025.
Berdasarkan CBA 2020, pemain berhak atas 50 persen dari pendapatan bersama setelah melewati ambang batas tertentu.
Bagian pemain pada 2025 disebut mencapai sekitar 16 juta dolar AS, dengan separuhnya dialokasikan untuk program pemasaran liga.
Bendahara WNBPA, Brianna Turner, menyebut pencapaian tersebut memperkuat posisi tawar pemain dalam negosiasi.
Sementara itu, Presiden WNBPA Nneka Ogwumike menegaskan para pemain siap mengambil langkah tegas, termasuk opsi mogok kerja yang telah disetujui komite eksekutif pada Desember lalu.
Musim 2026 dijadwalkan tetap dimulai 8 Mei, namun tanpa kesepakatan CBA baru, agenda kompetisi berpotensi terdampak.