WNBA dan Serikat Pemain WNBPA Lanjutkan Negosiasi Maraton CBA
Komisioner WNBA, Cathy Engelbert, menyebut proposal yang diajukan liga sebagai kesepakatan bersejarah yang berpotensi membawa perubahan besar. (Foto: AP)
Liga bola basket wanita Amerika Serikat, WNBA, dan serikat pemainnya, Women’s National Basketball Players Association (WNBPA), melanjutkan negosiasi panjang terkait perjanjian kerja bersama (CBA) baru dalam dua hari pembicaraan maraton di New York City, Amerika Serikat.
Presiden WNBPA, Nneka Ogwumike, mengatakan para pemain mulai merasakan kemajuan dalam pembahasan meski kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan.
Negosiasi tersebut kini telah melewati dua hari dari target waktu yang sebelumnya ditetapkan liga untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan agar tidak mengganggu jadwal musim 2026.
“Pada akhirnya kami ingin ada musim. Kami ingin bermain. Kami juga mendengar hal yang sama dari pihak liga,” kata Ogwumike kepada wartawan.
Ia menambahkan para pemain berharap melihat komitmen yang lebih kuat dari liga selama proses negosiasi berlangsung.
Menurut sumber yang mengetahui proses pembicaraan, proposal terbaru dari liga mencakup kenaikan batas gaji tim (salary cap) menjadi sekitar 6,2 juta dolar AS pada tahun pertama kontrak baru.
Angka itu meningkat dari laporan sebelumnya sebesar 5,75 juta dolar AS dan jauh di atas batas gaji musim 2025 yang sekitar 1,5 juta dolar AS.
Dalam skema tersebut, rata-rata kompensasi pemain diproyeksikan mencapai sekitar 570 ribu dolar AS pada tahun pertama dan meningkat hingga 850 ribu dolar AS pada tahun keenam.
Sementara itu, gaji maksimum pemain diperkirakan lebih dari 1,3 juta dolar AS pada awal perjanjian dan hampir 2 juta dolar AS pada tahun keenam.
Komisioner WNBA, Cathy Engelbert, menyebut proposal yang diajukan liga sebagai kesepakatan bersejarah yang berpotensi membawa perubahan besar bagi para pemain sekaligus tetap menjaga kesehatan finansial liga.
“Kesepakatan yang ada di meja adalah tawaran yang sangat bersejarah dan transformasional bagi para pemain,” kata Engelbert.
WNBA juga mengusulkan skema pembagian pendapatan yang memungkinkan pemain menerima rata-rata lebih dari 70 persen pendapatan bersih liga.
Sebelumnya, pihak serikat pemain meminta porsi sekitar 26 persen dari pendapatan kotor selama masa perjanjian dengan batas gaji awal sekitar 9,5 juta dolar AS.
Selain pembagian pendapatan, kedua pihak masih berdebat mengenai sejumlah isu lain seperti sistem revenue sharing baru, status “core player”, serta fasilitas perumahan yang disediakan tim bagi pemain.
Selama dua hari terakhir, kedua pihak telah bertukar delapan proposal berbeda dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari 20 jam secara total. Negosiasi dijadwalkan kembali berlanjut pada Kamis waktu setempat.
Jika kesepakatan tercapai, perjanjian tersebut masih harus diratifikasi sebelum liga melanjutkan agenda lain seperti expansion draft dua tim baru, free agency bagi lebih dari 100 pemain, serta draft pemain kampus yang dijadwalkan pada 13 April.
Kamp pelatihan tim dijadwalkan dimulai pada 19 April, sementara pertandingan pembuka musim reguler WNBA 2026 direncanakan berlangsung pada 8 Mei.