Wasit La Penna Disorot Usai Kontroversi Inter 3-2
Wasit La Penna Disorot Usai Kontroversi Inter 3-2 - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia – Laga panas Derby d’Italia di Stadion Giuseppe Meazza akhir pekan lalu meninggalkan kisah kontroversial yang terus bergema di seantero Italia. Wasit Federico La Penna menjadi sorotan tajam setelah mengusir bek Juventus, Pierre Kalulu, akibat kartu kuning kedua yang dianggap banyak pihak tidak layak diberikan.
Inter Milan keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 atas Juventus. Gol bunuh diri Andrea Cambiaso serta torehan Pio Esposito dan Piotr Zielinski memastikan tiga poin untuk pasukan Nerazzurri. Sementara Bianconeri hanya mampu membalas lewat Cambiaso dan Manuel Locatelli. Namun, hasil akhir pertandingan seolah tenggelam oleh perdebatan mengenai keputusan La Penna yang dianggap keliru.
Momen krusial terjadi ketika Kalulu, yang sudah mengantongi satu kartu kuning ringan di babak pertama, melakukan kontak dengan Alessandro Bastoni. Bastoni tampak terjatuh dengan mudah, dan La Penna tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua—yang berarti kartu merah untuk Kalulu. Tayangan ulang memperlihatkan bahwa insiden tersebut lebih terlihat sebagai aksi teatrikal Bastoni ketimbang pelanggaran keras. Juventus pun terpaksa bermain dengan sepuluh pemain sepanjang babak kedua.
Sayangnya, karena pelanggaran tersebut hanya menghasilkan kartu kuning kedua, protokol VAR tidak memperbolehkan intervensi. Situasi inilah yang kemudian menyalakan kritik pedas dari berbagai media olahraga Italia.
Harian olahraga ternama La Gazzetta dello Sport memberikan nilai 4 dari 10 untuk kinerja La Penna, sambil menekankan perlunya pembaruan aturan VAR agar dapat digunakan juga dalam kasus kartu kuning kedua. Sementara Corriere dello Sport memberi nilai sedikit lebih tinggi, 4,5, sembari menyoroti bahwa Bastoni sendiri sebenarnya sudah mengantongi kartu kuning dan berpotensi diusir jika wasit lebih jeli membaca situasi.
Adapun Tuttosport yang berbasis di Turin menumpahkan kritik paling keras. Surat kabar itu hanya memberi nilai 3 untuk La Penna dan menulis bahwa kesalahan seperti ini seharusnya tidak terjadi bila sang pengadil memiliki konsentrasi tinggi dan ketegasan di lapangan.
Kontroversi ini pun kembali membuka perdebatan klasik di Serie A tentang konsistensi wasit dan batas kewenangan VAR. Dengan tekanan publik yang terus meningkat, federasi sepak bola Italia tampaknya harus bergerak cepat memperjelas protokol demi menghindari polemik serupa di laga-laga krusial mendatang.
Artikel Tag: Juventus, Inter Milan, Pierre Kalulu, Federico La Penna