Trae Young Optimistis dengan Masa Depan Tim Muda Washington Wizards
Trae Young menghadiri konferensi pers saat diperkenalkan (kiri) dan duduk menonton di bangku cadangan Wizards. (Foto: AP)
Trae Young tak menunggu lama untuk membayangkan perannya bersama Washington Wizards.
Dalam konferensi pers perkenalannya jelang laga kandang melawan New Orleans Pelicans pada Jumat (9/1), point guard empat kali All-Star itu sudah berbicara tentang pick-and-roll dengan Alex Sarr, alley-oop untuk center muda tersebut, hingga mengirim umpan ke Bilal Coulibaly yang memotong ke ring.
Meski antusias, debut Young bersama Wizards masih harus menunggu.
Pemain berusia 27 tahun itu saat ini menepi akibat memar pada paha kanan, setelah sebelumnya juga absen 23 pertandingan musim ini karena cedera MCL di lutut kanan yang masih menyisakan rasa nyeri.
Young menegaskan ia tak ingin kembali sebelum kondisinya benar-benar siap.
“Saya tidak mau kembali dan tidak menjadi diri saya sendiri untuk tim ini dan kota ini,” kata Young, didampingi GM Wizards Will Dawkins. “Saya serahkan kepada tim medis untuk memastikan semuanya tepat. Mudah-mudahan segera.”
Antusiasme tetap tinggi di Washington setelah Wizards resmi menukar CJ McCollum dan Corey Kispert ke Atlanta Hawks demi mendapatkan Young.
Setelah tujuh musim lebih bersama Hawks, Young kini memasuki babak baru dalam kariernya.
Ia berada di tahun keempat kontrak lima tahun senilai 215 juta dolar, dengan opsi pemain musim depan yang bisa membawanya ke bursa agen bebas.
Meski begitu, Trae Young menegaskan ketertarikannya pada Wizards bukan keputusan setengah hati.
“Dari jauh, saya melihat perubahan organisasi ini,” ujarnya. “Beberapa kali terakhir bermain melawan mereka, saya bisa merasakan perbedaannya. Cara mereka bermain, potongan-potongan pemain muda yang mereka kumpulkan — ini tim yang sedang naik. Dan saya harap saya bisa jadi bagian dari puzzle itu.”
Hubungan lama antara Young dan Dawkins menjadi faktor penting di balik transfer ini.
Dawkins, yang sebelumnya lama bekerja di Oklahoma City Thunder, mengenal Young sejak masih remaja di Oklahoma.
Ia menyebut keputusan menukar Young sebagai langkah yang “mudah”, sejalan dengan visi jangka panjang Wizards: fleksibel, oportunistis, dan membangun kesuksesan berkelanjutan.
Washington sendiri sudah lama haus bintang. Wizards belum memiliki All-Star sejak Bradley Beal pada 2021, sementara Young hampir selalu hadir di panggung elite tersebut sepanjang kariernya.
Meski kerap dikritik soal pertahanan, Young menilai dirinya belum menjadi produk jadi.
Ia melihat kesempatan besar untuk tumbuh sekaligus membimbing inti muda Wizards seperti Sarr, Coulibaly, Kyshawn George, Bub Carrington, dan Tre Johnson.
“D.C. itu pasar besar yang sering diremehkan,” kata Young. “Saya merasa ini tempat yang tepat untuk menjadi diri saya sendiri, berada di sekitar orang-orang yang mengenal saya, dan membangun sesuatu.”
Menariknya, Trae Young juga mengganti nomor punggungnya.
Ia meninggalkan No. 11 yang identik dengannya di Oklahoma dan Atlanta, dan memilih No. 3 — nomor yang pernah ia kenakan saat tahun pertama SMA.
Ia pun mengenang masa Wizards berjaya di era John Wall.
“Saya ingin melihat arena ini penuh lagi,” ujar Young. “Saya ingat dulu tempat ini selalu packed. Kami ingin mengembalikan itu, bersama-sama.”
Kini berstatus veteran, Trae Young memahami proses yang sedang dijalani Wizards. Target jangka pendeknya sederhana: berkembang hari demi hari.
Namun di benaknya, harapan itu jelas — membantu Washington kembali relevan, melangkah jauh di playoff, dan suatu saat bersaing memperebutkan trofi Larry O’Brien.
Artikel Tag: Trae Young