Ward Nilai Rematch Floyd Mayweather Jr vs Manny Pacquiao Bisa Berakhir KO
Floyd Mayweather Jr dan Manny Pacquiao bertemu pertama kali lebih dari satu dekade yang lalu. (Foto: Fight TV)
Legenda tinju Andre Ward menilai duel ulang antara Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao berpotensi menghadirkan pertarungan yang lebih terbuka dibandingkan pertemuan pertama mereka lebih dari satu dekade lalu.
Mayweather yang kini berusia 49 tahun dijadwalkan kembali menghadapi Pacquiao yang berusia 47 tahun dalam laga ulang pada 19 September mendatang di Sphere, Las Vegas.
Pertarungan tersebut akan disiarkan melalui platform streaming Netflix.
Laga ini menjadi kelanjutan dari rivalitas keduanya yang pertama kali bertemu pada Mei 2015 dalam duel yang dijuluki “Fight of the Century”.
Saat itu, pertarungan yang sangat dinantikan penggemar tinju di seluruh dunia berakhir dengan kemenangan angka untuk Floyd Mayweather Jr, namun dinilai kurang memenuhi ekspektasi karena minim aksi saling serang.
Ward yang menyaksikan langsung pertarungan tersebut dari sisi ring sebagai komentator siaran internasional menilai duel kedua bisa berjalan berbeda.
Menurut mantan juara dunia dua divisi itu, faktor usia dapat memengaruhi gaya bertarung kedua petinju.
Ia menjelaskan bahwa petinju yang memasuki usia akhir 40-an biasanya tidak lagi memiliki energi, kecepatan kaki, serta refleks setajam masa puncak karier mereka.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pertarungan berlangsung lebih terbuka.
Ward juga menilai Floyd Mayweather Jr kemungkinan tidak lagi mampu bergerak selincah saat pertemuan pertama.
Jika hal itu terjadi, ia melihat peluang terjadinya pertarungan dengan tempo lebih aktif dan saling serang.
Menurut Ward, duel ulang ini bahkan tidak menutup kemungkinan berakhir sebelum bel terakhir berbunyi.
Ia menyoroti faktor ketahanan pukulan yang bisa berubah seiring bertambahnya usia petinju.
Ia menambahkan bahwa pada usia akhir 40-an, sulit memprediksi bagaimana seorang petinju akan merespons pukulan bersih dengan sarung tangan delapan ons, yang biasa digunakan dalam pertandingan profesional.
Meski demikian, Ward mengaku secara pribadi tetap menyukai pertarungan pertama mereka.
Ia menilai laga tersebut merupakan pertarungan taktik tingkat tinggi, di mana kedua petinju harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.
Dalam duel itu, Ward menilai Manny Pacquiao sempat beberapa kali melukai Mayweather dengan pukulan keras.
Ia juga menilai Floyd Mayweather Jr harus tampil hampir sempurna sepanjang pertandingan untuk menghindari serangan lawannya yang dikenal cepat dan eksplosif.
Ward mengatakan setiap pukulan Manny Pacquiao yang mengenai sasaran, bahkan yang sempat terblok, terdengar sangat keras.
Hal itu membuat Mayweather tidak memiliki ruang untuk melakukan banyak kesalahan.
Menjelang pertarungan ulang yang diumumkan pekan lalu, kedua petinju dilaporkan sudah mulai menjalani persiapan latihan.
Rekaman sesi latihan keduanya juga telah beredar untuk menunjukkan kondisi fisik mereka menjelang laga.
Floyd Mayweather Jr berencana menjalani dua pertarungan ekshibisi terlebih dahulu untuk menghilangkan karat ring. Ia dijadwalkan menghadapi Mike Tyson pada April serta petarung kickboxing asal Yunani, Mike Zambidis, pada Juni.
Sementara itu, Manny Pacquiao sebelumnya juga diumumkan akan menjalani laga ekshibisi melawan Ruslan Provodnikov pada 18 April. Namun hingga kini, status pertarungan tersebut masih belum dipastikan.
Duel ulang antara dua ikon tinju tersebut diperkirakan kembali menarik perhatian besar penggemar olahraga tarung di seluruh dunia, terutama karena menjadi kesempatan langka menyaksikan dua legenda ring kembali berhadapan.
Artikel Tag: Manny Pacquiao, Floyd Mayweather Jr, Mike Tyson