Usyk Pilih Terence Crawford sebagai Petinju Terbaik Sepanjang Masa
Terence Crawford dan Oleksandr Usyk
Berita Tinju - Terence Crawford mengakhiri karier profesionalnya dengan status sebagai salah satu petinju paling sukses di era modern. Rekor sempurna 42 kemenangan tanpa kekalahan menjadi salah satu bukti dominasi Crawford sepanjang kariernya.
Namun, pencapaian Crawford tidak hanya diukur dari rekor tersebut. Ia berhasil menjadi juara dunia di lima kelas berbeda dan mencatat sejarah sebagai juara dunia tak terbantahkan di tiga divisi.
Crawford juga mengalahkan sejumlah nama besar dalam perjalanan menuju status tersebut. Dua kemenangan yang paling menonjol datang ketika ia menghentikan Errol Spence Jr. untuk menjadi juara dunia tak terbantahkan kelas welter, kemudian mengalahkan Canelo Alvarez dalam pertarungan besar pada Desember 2025.
Kemenangan atas Canelo menjadi pertarungan terakhir Crawford sebelum memutuskan pensiun. Keputusan tersebut membuatnya meninggalkan ring tanpa pernah mengalami kekalahan sepanjang karier profesional.
Meski sudah tidak aktif, reputasi Crawford tetap mendapat penghormatan dari petinju elite. Oleksandr Usyk, yang juga mencatat sejarah sebagai juara dunia tak terbantahkan di kelas penjelajah dan kelas berat, bahkan menempatkan Crawford di posisi tertinggi.
Dalam wawancara dengan “Ring Champs with Ak & Barak”, Usyk menceritakan pertemuannya dengan Crawford. Ia sempat bertanya apakah Crawford berencana kembali bertinju, tetapi mendapat jawaban tegas dari sang mantan juara dunia.
“Crawford adalah petarung yang luar biasa, pria, ayah, dan manusia yang luar biasa. Ketika dia datang, saya menyapa dan bertanya, ‘Kamu kembali bertinju?’ Dia menjawab, ‘Apa!’ Dia adalah GOAT,” ujar Usyk.
Pujian tersebut menunjukkan betapa tinggi penilaian Usyk terhadap Crawford. Bagi Usyk, status Crawford bukan sekadar hasil dari banyaknya gelar yang diraih, tetapi juga kemampuannya mempertahankan rekor sempurna saat menghadapi lawan lawan elite.
Crawford pensiun setelah melewati perjalanan panjang yang membawanya menjadi juara dunia di lima divisi. Ia juga menjadi salah satu dari sedikit petinju yang mampu menyatukan seluruh gelar di tiga kelas berbeda.
Sementara Terence Crawford kini menikmati masa pensiun, Usyk masih mempertimbangkan satu pertarungan terakhir dalam kariernya. Namun, terlepas dari rencana tersebut, penilaian Usyk menempatkan Crawford sebagai salah satu nama terbesar dalam sejarah tinju.
Artikel Tag: kelas welter, Terence Crawford, kelas penjelajah, oleksandr usyk, Heavyweight