Terence Crawford Pilih Hagler vs Hearns Sebagai Duel Terbaik Sepanjang Masa
Terence Crawford
Berita Tinju: Terence Crawford kembali menjadi sorotan setelah mengungkap tiga pertarungan favoritnya sepanjang masa. Menariknya, semua laga yang ia pilih merupakan pemenang penghargaan Fight of the Year versi The Ring Magazine, sebuah pengakuan bergengsi di dunia tinju profesional.
Crawford sendiri memiliki karier yang gemilang. Ia tercatat sebagai juara dunia tak terbantahkan di kelas ringan super, welterweight, dan super welterweight. Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada 2023 ketika ia menghentikan Errol Spence Jr dan menyatukan seluruh sabuk utama di kelas welterweight. Sepanjang kariernya, Crawford dikenal lewat kecerdasan membaca strategi lawan, kemampuan switch stance, serta akurasi pukulan yang tinggi.
Meski jarang terlibat duel saling serang tanpa perhitungan, Crawford justru mengaku sangat menikmati laga klasik yang berlangsung sengit. Dalam perbincangan bersama Adin Ross, ia menyebut tiga pertarungan ikonik tanpa mengurutkannya secara khusus.
“Saya harus menyebut Tommy Hearns melawan Marvin Hagler. Lalu Castillo lawan Corrales yang pertama. Dan juga Marco Antonio Barrera kontra Erik Morales,” ujarnya.
Pertarungan Marvin Hagler melawan Thomas Hearns pada 1985 di kelas menengah sering disebut sebagai salah satu laga paling eksplosif dalam sejarah tinju. Duel tersebut hanya berlangsung tiga ronde, tetapi intensitasnya luar biasa sejak detik pertama. Hagler akhirnya menang TKO di ronde ketiga dalam laga yang hingga kini dianggap sebagai mahakarya.
Pilihan kedua adalah pertarungan pertama Diego Corrales melawan Jose Luis Castillo pada 2005. Laga kelas ringan itu dipenuhi drama. Corrales sempat dua kali terjatuh di ronde kesepuluh sebelum bangkit dan menghentikan Castillo. Momen tersebut menjadi salah satu comeback paling ikonik dalam sejarah olahraga tinju.
Nama terakhir yang dipilih Crawford adalah duel Marco Antonio Barrera melawan Erik Morales pada 2000. Pertemuan dua petinju Meksiko itu menghadirkan teknik tinggi, ketangguhan mental, serta rivalitas emosional yang kuat. Morales memenangkan laga pertama melalui keputusan angka tipis, membuka jalan bagi trilogi legendaris.
Pilihan Terence Crawford menunjukkan bahwa meski ia dikenal sebagai petinju teknis dan strategis, ia tetap menghargai pertarungan penuh determinasi dan keberanian. Tiga laga tersebut bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga simbol kualitas tertinggi dalam sejarah tinju dunia.
Artikel Tag: Erik Morales, Terence Crawford, Marco Antonio Barrera, marvin hagler, thomas hearns