Shakur Stevenson Dituding Sengaja Hindari Duel Lawan Haney
Shakur Stevenson
Berita Tinju - Mantan juara dunia dua divisi sekaligus anggota International Boxing Hall of Fame, Timothy Bradley, menilai Shakur Stevenson sengaja menghindari pertarungan melawan Devin Haney. Bradley meyakini kesempatan untuk mewujudkan duel sesama petinju Amerika Serikat itu sebenarnya sudah terbuka, tetapi tidak dimanfaatkan oleh Stevenson.
Stevenson saat ini menyandang status juara dunia WBO kelas welter super ringan setelah mengalahkan Teofimo Lopez pada Januari lalu. Kemenangan tersebut membuat namanya semakin sering dikaitkan dengan Haney, yang kini memegang gelar juara dunia WBO kelas welter.
Dalam beberapa kesempatan, Stevenson menyatakan bersedia menghadapi Haney asalkan pertarungan berlangsung di kelas tanggung 144 pon. Menurut laporan yang beredar, Haney disebut telah bersedia memenuhi permintaan tersebut. Namun, duel itu hingga kini tak kunjung terealisasi.
Bradley menilai Stevenson justru memilih mundur ketika peluang tersebut semakin nyata.
"Shakur Stevenson sengaja menghilang. Dia seperti berkata, 'Saya akan menunggu sampai berada di kelas 147 pon.' Padahal ketika pertarungan di 144 pon bisa diwujudkan, dia justru memilih tidak mengambilnya dan membiarkan sahabatnya, Keyshawn Davis, menghadapi Haney," kata Bradley melalui kanal YouTube pribadinya.
Situasi semakin berubah setelah Stevenson resmi menandatangani kontrak promosi dengan Zuffa Boxing milik Dana White. Langkah tersebut membuat masa depannya belum jelas, termasuk siapa lawan pertama yang akan dihadapinya di bawah promotor baru.
Sementara itu, Haney kini lebih berpeluang menjalani duel melawan Keyshawn Davis. Organisasi WBO telah memerintahkan kedua kubu untuk bernegosiasi, dan jika tidak mencapai kesepakatan dalam batas waktu yang ditentukan, pertarungan akan diputuskan melalui proses lelang hak promosi atau purse bid.
Meski demikian, Bradley memahami apabila Haney tidak terlalu antusias menghadapi Davis. Menurutnya, duel tersebut memiliki risiko besar tetapi belum tentu memberikan keuntungan finansial yang sepadan.
"Kalau saya di posisi Haney, saya juga akan berpikir dua kali. Ini pertarungan yang sulit. Kalau dia menang, orang akan bilang Keyshawn belum berpengalaman. Kalau kalah, reputasinya langsung dipertanyakan. Belum lagi belum tentu bayaran yang diterima sesuai harapan," ujar Bradley.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai lawan pertama Shakur Stevenson bersama Zuffa Boxing. Di sisi lain, negosiasi antara Haney dan Davis menjadi perhatian karena dapat menentukan arah persaingan di divisi welter dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel Tag: WBO, Timothy Bradley, Dana White, kelas welter, Devin Haney, Kelas Welter Super, Shakur Stevenson, Keyshawn Davis