Ryan Garcia Ungkap Alasan Devin Haney Lebih Berbahaya dari Gervonta Davis
Ryan Garcia vs Devin Haney
Berita Tinju - Ryan Garcia memiliki pengalaman menghadapi dua petinju yang sama sama menjadi rival penting dalam perjalanan kariernya, Gervonta Davis dan Devin Haney.
Namun, ketika diminta membandingkan tingkat kesulitan kedua lawan tersebut, Garcia justru memilih Haney. Menurutnya, karakter dan kemampuan teknis Haney membuat pertarungan melawannya menjadi tantangan yang lebih berat.
Garcia pertama kali menghadapi Davis pada April 2023 dalam pertarungan kelas ringan. Duel tersebut menjadi kesempatan besar bagi Garcia untuk membuktikan dirinya di level elite setelah sebelumnya menghentikan Luke Campbell pada ronde ketujuh.
Pertarungan melawan Davis berakhir buruk bagi Garcia. Ia dihentikan pada ronde ketujuh setelah menerima pukulan ke tubuh yang membuatnya terjatuh dan tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Setahun kemudian, Garcia naik ke kelas welter ringan untuk menghadapi Haney yang saat itu memegang gelar WBC. Pertarungan tersebut berlangsung sengit dan Garcia berhasil menjatuhkan Haney tiga kali sebelum akhirnya meraih kemenangan melalui keputusan mayoritas.
Namun, hasil tersebut kemudian berubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang dalam tes doping. Selain itu, Garcia juga gagal memenuhi batas 140 pound karena datang dengan berat lebih dari tiga pound di atas limit.
Meski hasil akhirnya tidak lagi tercatat sebagai kemenangan, Garcia merasa penampilannya melawan Haney menunjukkan bahwa dirinya lebih mampu menghadapi petinju tersebut dibandingkan Davis.
Dalam wawancara dengan Club Shay Shay, Garcia menjelaskan alasan di balik penilaiannya.
“Devin Haney memiliki jangkauan yang panjang. Dia cepat, sangat gesit, disiplin, dan selalu datang dalam kondisi fisik yang bagus. Saya juga memiliki sejarah panjang dengannya, jadi dia akan lebih memahami cara saya bertarung dibandingkan Davis,” ujar Garcia.
Ryan Garcia dan Devin Haney memang sudah saling mengenal sejak masih berstatus amatir. Keduanya pernah beberapa kali bertemu dalam kompetisi amatir sehingga memiliki pemahaman lebih baik mengenai gaya bertarung masing masing.
Sementara itu, Garcia masih menyimpan keyakinan bahwa dirinya sebenarnya mampu mengalahkan Davis dengan mudah jika berada dalam kondisi terbaik.
“Dalam kondisi terbaik saya, saya merasa bisa mengalahkan Davis dengan cukup mudah. Saya belum mendapatkan kesempatan untuk membuktikannya, tetapi itulah pandangan saya,” lanjut Garcia.
Garcia selama ini juga mempertahankan pandangan bahwa kekalahannya dari Davis bukan sepenuhnya disebabkan perbedaan kemampuan. Ia pernah menyoroti klausul rehidrasi yang diberlakukan dalam pertarungan tersebut sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kondisinya.
Meski demikian, fakta di atas ring menunjukkan Garcia dihentikan Davis, sementara ia mampu menjatuhkan Haney tiga kali dalam pertemuan mereka.
Perbandingan tersebut membuat penilaian Ryan Garcia semakin menarik. Bagi dirinya, kecepatan, disiplin, jangkauan, serta sejarah panjang bersama Haney justru menjadikan mantan juara dunia tersebut sebagai lawan yang lebih sulit daripada Davis.
Artikel Tag: kelas welter, Gervonta Davis, Devin Haney, Ryan Garcia