Raymond Muratalla Siap Hadapi Shakur Stevenson di Kelas Welter Junior
Raymond Muratalla merupakan penantang wajib peringkat pertama WBO dan berharap status tersebut dapat membuka jalan menuju pertarungan melawan Stevenson. (Foto: Fight TV)
Petinju Amerika Serikat Raymond Muratalla menyatakan kesiapannya menghadapi Shakur Stevenson dalam perebutan gelar kelas welter junior World Boxing Organization (WBO).
Muratalla merupakan penantang wajib peringkat pertama WBO dan berharap status tersebut dapat membuka jalan menuju pertarungan melawan Stevenson, yang memegang gelar WBO dan The Ring di kelas 140 pon.
Stevenson (25-0, 11 KO) mengumumkan pada awal pekan ini bahwa dirinya berpisah dengan Zuffa Boxing, hanya tiga bulan setelah menandatangani kontrak dengan perusahaan promosi tersebut.
Keputusan itu diambil setelah ia tidak mendapatkan sejumlah pertarungan besar yang diinginkan, termasuk menghadapi Devin Haney.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Raymond Muratalla (25-0, 17 KO) untuk menantang Stevenson, petinju asal Newark, New Jersey, yang kini berusia 29 tahun.
“Shakur sedang mencari lawan, sedangkan kami berada di peringkat pertama WBO. Kami adalah penantang wajib dan siap menghadapi pertarungan itu,” kata Robert Garcia, manajer sekaligus pelatih Muratalla, kepada The Ring.
Garcia menegaskan bahwa timnya tetap menginginkan pertarungan tersebut.
Jika Stevenson memilih menghadapi lawan lain, Muratalla siap memperebutkan gelar yang lowong. Promotor Muratalla, Top Rank, juga disebut mendorong terwujudnya duel tersebut.
Presiden WBO Gustavo Olivieri menjelaskan bahwa kewajiban Stevenson untuk menghadapi penantang wajib telah tiba.
Tim Stevenson juga sudah menerima pemberitahuan mengenai kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan organisasi.
Namun, WBO belum mengeluarkan perintah resmi untuk menggelar pertarungan karena belum menerima permohonan formal dari pihak Muratalla.
“Stevenson telah lama menjadi juara WBO di tiga divisi dan dianggap banyak pengamat sebagai salah satu petinju terbaik dengan kemampuan luar biasa. WBO berharap yang terbaik untuknya dan akan memberikan dukungan penuh ke depannya,” kata Olivieri.
Stevenson merebut gelar WBO dan The Ring setelah mengalahkan Teofimo Lopez Jr. melalui keputusan mutlak pada 31 Januari.
Sementara itu, Raymond Muratalla sebelumnya mempertahankan gelar kelas ringan IBF dengan mengalahkan Andy Cruz melalui keputusan mayoritas.
Pertarungan tersebut berlangsung sepekan sebelum kemenangan Stevenson atas Lopez.
Muratalla kemudian mengosongkan gelar IBF pada 3 September, setelah sebelumnya mengalahkan Robson Conceicao melalui keputusan mutlak pada 1 Agustus.
Garcia menilai Muratalla mampu meningkatkan performanya ketika menghadapi lawan berkualitas. Ia mencontohkan kemenangan atas Cruz, yang dianggapnya sebagai petinju berbakat dan sulit dihadapi.
Menurut Garcia, Muratalla justru termotivasi ketika tidak diunggulkan.
Ia mengakui Stevenson merupakan lawan tangguh dan salah satu petinju terbaik dunia, tetapi meyakini kemampuan teknik, kekuatan pukulan, serta jangkauan Muratalla dapat menjadi modal penting jika pertarungan mereka terwujud.
Artikel Tag: Shakur Stevenson, Raymond Muratalla