Kanal

Mantan Juara Dunia Zolani Tete Tewas Ditembak di Afrika Selatan

Penulis: Hanif Rusli
23 Agu 2026, 21:37 WIB

Zolani Tete dikenal dengan julukan "Last Born" dan paling diingat karena mencatat salah satu rekor paling luar biasa dalam sejarah tinju. (Foto: Fight TV)

Mantan juara dunia tinju Zolani Tete tewas ditembak di luar rumahnya di Mdantsane, Eastern Cape, Afrika Selatan, Jumat (21/8).

Tete meninggal dunia pada usia 38 tahun setelah diserang dua pria bersenjata.

Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, mengonfirmasi kematian Tete.

Menurutnya, Tete ditembak ketika berada di dalam mobil. Seorang perempuan berusia 27 tahun yang berada bersamanya juga terkena beberapa tembakan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi mengatakan Tete sedang tiba di kediamannya dan menunggu gerbang terbuka ketika dua pelaku bersenjata yang mengenakan balaclava melakukan penyergapan.

Kedua pelaku disebut keluar dari sebuah kendaraan sebelum melepaskan tembakan ke arah mobil Tete.

Pihak kepolisian telah memulai penyelidikan, tetapi motif pembunuhan tersebut belum diketahui.

McKenzie mengatakan dirinya tidak ingin berspekulasi mengenai siapa yang bertanggung jawab maupun alasan di balik serangan tersebut.

Zolani Tete dikenal dengan julukan "Last Born" dan paling diingat karena mencatat salah satu rekor paling luar biasa dalam sejarah tinju.

Pada November 2017, ia menghentikan sesama petinju Afrika Selatan, Siboniso Gonya, hanya dalam 11 detik di Belfast.

Knockout tersebut menjadi penghentian tercepat dalam sejarah pertarungan perebutan atau mempertahankan gelar dunia.

Saat itu, Tete mempertahankan sabuk WBO kelas bantam yang telah diraihnya pada tahun yang sama. Ia memegang gelar tersebut hingga 2019.

Tete sebelumnya juga pernah menjadi juara kelas bantam junior versi IBF setelah mengalahkan petinju Jepang, Teiru Kinoshita, di Kobe pada 2014.

Ia juga sempat memegang gelar kelas terbang versi WBF.

Petinju kidal tersebut memiliki pengalaman bertanding di Inggris dan cukup dikenal oleh penggemar tinju di negara itu.

Ia pernah menghentikan Paul Butler di Echo Arena, Liverpool, pada 2015 dan Victor Ruiz di arena yang sama setahun kemudian.

Sepanjang karier profesionalnya, Tete mencatat 29 kemenangan, termasuk 22 knockout, empat kekalahan, dan satu hasil no contest dari 34 pertarungan.

Pertandingan terakhirnya berlangsung pada 2022 ketika ia mengalahkan Jason Cunningham di London.

Namun, hasil tersebut kemudian diubah menjadi no contest setelah Tete dinyatakan positif menggunakan zat terlarang.

Tete kemudian menerima hukuman larangan bertanding selama empat tahun.

Sanksi tersebut baru berakhir pada 29 Juli 2026, beberapa pekan sebelum dirinya tewas. Menurut laporan, Tete sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke ring.

Kematian Zolani Tete kembali menyoroti persoalan kriminalitas dengan kekerasan di Afrika Selatan.

Mdantsane sendiri dikenal sebagai kawasan yang telah melahirkan sejumlah petinju sukses di negara tersebut.

Artikel Tag: Paul Butler, Zolani Tete

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru