Liam Paro Tantang Manny Pacquiao Rebut Gelar Juara Kelas Welter
Manny Pacquiao
Berita Tinju - Peluang Manny Pacquiao kembali memperebutkan gelar juara dunia kelas welter terbuka lebar setelah juara dunia IBF, Liam Paro, dikabarkan tertarik menghadapi legenda tinju asal Filipina itu.
Pacquiao sempat mencoba memecahkan rekornya sendiri saat menantang juara WBC Mario Barrios pada Juli 2025. Namun, pertarungan berakhir imbang berdasarkan keputusan mayoritas juri sehingga Barrios tetap mempertahankan sabuk juaranya.
Seandainya menang, Pacquiao akan kembali mencatat sejarah sebagai juara dunia kelas welter tertua. Rekor tersebut sebelumnya ia ukir pada 2019 ketika mengalahkan Keith Thurman di usia 40 tahun untuk merebut gelar WBA.
Setelah hasil imbang melawan Barrios, Pacquiao sempat dijadwalkan menjalani laga ulang melawan rival lamanya, Floyd Mayweather Jr. Namun, pertarungan itu harus ditunda sehingga membuka peluang bagi Pacquiao untuk menjalani duel lain sebelum rematch tersebut terlaksana.
Salah satu nama yang kini muncul adalah Liam Paro. Petinju Australia itu baru saja merebut gelar juara dunia IBF kelas welter setelah mengalahkan Lewis Crocker. Kemenangan tersebut langsung membuat Paro menjadi salah satu target menarik bagi para petinju elite divisi 147 pon.
Promotor No Limit Boxing, George Rose, bahkan secara terbuka mengakui bahwa menghadirkan Pacquiao sebagai lawan berikutnya merupakan impian timnya.
"Manny adalah pertarungan yang paling ingin kami wujudkan untuk Liam. Bayangkan jika Manny kembali bertanding di Australia," ujar Rose kepada The Australian.
Menurut Rose, laga melawan Manny Pacquiao memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar duel unifikasi gelar.
"Ryan Garcia, Devin Haney, dan Rolando Romero memang sama sama memegang gelar juara dunia, tetapi kami tidak harus langsung mengejar pertarungan unifikasi. Saat Jeff Horn menghadapi Manny dulu, situasinya juga berbeda. Jika kami bisa menghadirkan Manny, Liam, dan mungkin dua bersaudara Tszyu dalam satu acara, itu akan menjadi malam yang luar biasa," katanya.
Australia memang menyimpan kenangan tersendiri bagi Pacquiao. Pada 2017, ia kehilangan gelar WBO kelas welter setelah kalah angka dari Jeff Horn di Brisbane dalam hasil yang memicu kontroversi. Banyak pengamat menilai Pacquiao layak mempertahankan gelarnya, terutama setelah nyaris menghentikan Horn pada ronde kesembilan. Seusai pertarungan, Pacquiao juga mengkritik lawannya karena dianggap beberapa kali menggunakan sundulan kepala dan siku.
Meski demikian, duel melawan Paro belum tentu mudah diwujudkan. Juara asal Australia itu masih memiliki kewajiban menghadapi penantang wajib IBF, Paddy Donovan. Jika hambatan tersebut dapat diselesaikan, peluang Manny Pacquiao kembali berburu gelar dunia sekaligus mencetak sejarah baru di Australia akan semakin terbuka.
Artikel Tag: Manny Pacquiao, IBF, Floyd Mayweather Jr, kelas welter, Liam Paro