Kekuatan Deontay Wilder Dipertanyakan, Chisora Disebut Lebih Siap Bertarung
Derek Chisora vs Deontay Wilder
Berita Tinju: Pertarungan antara Deontay Wilder dan Derek Chisora yang dijadwalkan berlangsung pada 4 April mendatang terus memancing perhatian publik tinju dunia. Duel ini akan menjadi partai utama dalam gelaran kolaborasi Misfits Pro dan Queensberry di London, sekaligus menandai laga profesional ke 50 bagi masing masing petinju.
Beberapa tahun lalu, Wilder sempat digadang gadang akan menghadapi penguasa kelas heavyweight Oleksandr Usyk. Namun situasi kini berubah drastis. Petinju berjuluk The Bronze Bomber tersebut justru bersiap menghadapi Derek Chisora, sosok veteran Inggris yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan tekanan tanpa henti.
Dave Allen, petinju heavyweight asal Inggris, turut memberikan pandangannya terkait duel ini. Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube pribadi, Allen memprediksi laga akan berakhir lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Ia bahkan menilai Wilder berpotensi kalah melalui penghentian dini.
Allen menyoroti performa Wilder dalam beberapa laga terakhir. Petinju Amerika Serikat berusia 40 tahun itu baru saja mencatatkan kemenangan TKO ronde ketujuh atas Tyrrell Herndon pada Juni lalu, sebuah kemenangan yang dinilai belum cukup meyakinkan. Sebelumnya, Wilder menelan dua kekalahan beruntun dari Joseph Parker dan Zhilei Zhang.
Dalam duel melawan Parker, Deontay Wilder dinilai gagal memaksimalkan kekuatan pukulan khasnya. Situasi serupa kembali terlihat saat ia dihentikan Zhang pada ronde kelima, di mana daya ledak Wilder tampak tidak lagi menjadi faktor penentu.
Allen, yang pernah berlatih tanding dengan Chisora, menilai bahwa secara kondisi dan mental bertarung, Chisora justru lebih siap meski usianya dua tahun lebih tua. Menurutnya, Wilder terlihat ragu untuk menekan dan melepaskan pukulan dengan penuh keyakinan.
“Wilder sepertinya sudah tidak punya banyak yang tersisa. Secara teori, Chisora cocok untuk petinju pemukul karena ia selalu maju dan terbuka,” ujar Allen. “Tapi masalahnya, Wilder sekarang seperti tidak berani menekan pelatuk. Dia masih punya pukulan, tapi Chisora bukan target mudah karena selalu membalas.”
Allen menambahkan bahwa versi Deontay Wilder tujuh atau delapan tahun lalu kemungkinan besar bisa menghentikan Chisora. Namun dalam kondisi saat ini, ia menilai Chisora justru memiliki daya tahan dan agresivitas yang lebih terjaga.
Derek Chisora sendiri datang dengan modal cukup positif. Ia mencatatkan tiga kemenangan angka beruntun atas Gerald Washington, Joe Joyce, dan Otto Wallin, setelah sebelumnya kalah TKO ronde 10 dari Tyson Fury pada 2022. Konsistensi tersebut membuat Chisora dipandang masih kompetitif di level elite, meski kariernya telah memasuki fase akhir.
Artikel Tag: Deontay Wilder, Derek Chisora, Heavyweight