Kanal

Juara Kelas Berat WBO Fabio Wardley Masih Berjuang Raih Respek Dunia Tinju

Penulis: Hanif Rusli
10 Mei 2026, 04:49 WIB

Fabio Wardley mengaku sudah terbiasa menghadapi keraguan publik terhadap dirinya. (Foto: Fight TV)

Fabio Wardley akhirnya resmi menyandang status juara dunia kelas berat setelah naik menjadi pemegang gelar penuh WBO usai Oleksandr Usyk melepas sabuk juaranya.

Namun di balik pencapaian terbesar dalam kariernya, Wardley merasa perjuangannya untuk mendapatkan pengakuan penuh belum selesai.

Wardley menerima sabuk juara dunia bukan di atas ring, melainkan melalui kiriman koper ke tempat latihannya.

Ketika membuka koper tersebut, petinju berusia 31 tahun itu menemukan sabuk WBO berwarna emas yang menandai dirinya sebagai juara dunia baru.

Namun ada hal aneh pada sabuk itu. Nama panggilan yang tercetak di medali bukan miliknya, melainkan “White Rhino”, julukan milik sesama petinju Inggris Dave Allen.

Fabio Wardley, yang bahkan tidak memiliki julukan resmi, memilih menanggapi kesalahan itu dengan santai.

“Apa yang harus diributkan? Itu hanya kesalahan manusia,” ujar Wardley.

WBO kemudian meminta maaf dan mengirimkan sabuk baru kepada Wardley. Meski begitu, kejadian tersebut dianggap menjadi simbol perjalanan unik sang petinju yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Akhir pekan ini, Wardley akan menjalani pertahanan gelar pertamanya menghadapi Daniel Dubois dalam duel kelas berat yang diprediksi berlangsung eksplosif.

Wardley memiliki rekor 20 kemenangan, satu hasil imbang, dan 19 kemenangan KO.

Perjalanannya menuju puncak tinju dunia tergolong tidak biasa karena ia nyaris tidak memiliki pengalaman amatir sebelum menjadi petinju profesional.

Ia bahkan sempat bekerja kantoran sebelum memutuskan terjun penuh ke dunia tinju.

Meski dianggap kurang memiliki teknik murni seperti petinju elite lain, Wardley dikenal berkat kekuatan pukulannya.

Sepanjang karier profesionalnya, Fabio Wardley sukses merebut gelar Inggris dan Inggris Raya sebelum akhirnya menjadi juara dunia WBO.

Ia juga mencuri perhatian saat mengalahkan David Adeleye serta dua kali menghadapi peraih medali Olimpiade Frazer Clarke.

Duel ulang melawan Clarke bahkan berakhir dramatis setelah Wardley menang KO ronde pertama dan membuat lawannya mengalami patah rahang serta tulang pipi.

Wardley juga pernah berada di ambang kekalahan saat menghadapi Justis Huni tahun lalu. Namun ia bangkit lewat pukulan tangan kanan yang menjatuhkan lawannya dan memastikan kemenangan.

Promotor veteran Frank Warren menyebut perjalanan Wardley sebagai sesuatu yang langka di dunia tinju modern.

“Tanpa pengalaman amatir, lalu menjadi juara dunia hanya dalam 21 pertarungan, itu luar biasa,” kata Warren.

Fabio Wardley mengaku sudah terbiasa menghadapi keraguan publik terhadap dirinya.

Menurutnya, banyak orang masih sulit percaya bahwa dirinya bisa mencapai level tertinggi tinju dunia hanya dalam waktu kurang dari 10 tahun.

“Saya rasa orang selalu menunggu saya gagal. Tidak pernah ada komentar bahwa saya tampil luar biasa,” ujar Wardley.

Kini, Wardley kembali mendapat kesempatan membuktikan dirinya saat menghadapi Dubois dalam duel yang disebut Warren sebagai salah satu pertarungan kelas berat paling menarik saat ini.

Artikel Tag: Frank Warren, Daniel Dubois, Fabio Wardley

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru