Gervonta Davis Ungkap Legenda Tinju yang Ingin Dihadapinya
Gervonta Davis
Berita Tinju - Gervonta Davis mengungkapkan sosok legenda tinju yang paling ingin dihadapinya jika diberi kesempatan bertarung melawan petinju dari era sebelumnya. Tanpa ragu, mantan juara dunia tiga divisi itu memilih nama Pernell Whitaker.
Davis saat ini dikenal sebagai salah satu petinju paling berbahaya di dunia. Sepanjang karier profesionalnya, ia telah meraih gelar juara dunia di kelas bulu super, kelas ringan, dan kelas welter ringan.
Petinju berjuluk Tank itu juga mencatatkan rekor impresif dengan 30 kemenangan dari 31 pertarungan profesional, termasuk 28 kemenangan melalui knockout. Beberapa nama besar yang pernah dikalahkannya antara lain Ryan Garcia, Rolando Romero, dan Isaac Cruz.
Meski memiliki catatan gemilang, perjalanan Davis dalam satu setengah tahun terakhir tidak berjalan mulus. Pada Maret 2025, ia harus puas meraih hasil imbang mayoritas yang kontroversial saat menghadapi Lamont Roach. Setelah itu, rencana pertarungan ekshibisi melawan Jake Paul juga batal terlaksana akibat persoalan hukum yang menjeratnya.
Situasi tersebut turut berdampak pada statusnya di WBA. Davis kini berstatus sebagai champion in recess sehingga tidak lagi memegang gelar juara dunia kelas ringan WBA. Meski demikian, sejumlah laporan menyebut ia tengah mempersiapkan comeback dengan beberapa calon lawan seperti Devin Haney dan Floyd Schofield.
Di tengah spekulasi mengenai lawan berikutnya, sebuah cuplikan wawancara lama Gervonta Davis kembali menjadi perhatian. Dalam kesempatan tersebut, ia ditanya mengenai petinju dari masa lalu yang paling ingin dihadapinya.
"Kalau dari masa lalu, di kelas saya, saya memilih Pernell Whitaker," ujar Davis.
Pilihan tersebut cukup beralasan. Whitaker merupakan salah satu petinju terbaik dalam sejarah tinju modern. Ia pernah menjadi juara dunia di empat divisi berbeda, mulai dari kelas ringan hingga kelas menengah ringan.
Legenda asal Amerika Serikat itu dikenal berkat kemampuan bertahan yang luar biasa. Gaya bertarungnya yang mengandalkan refleks, pergerakan kaki, dan teknik menghindari pukulan membuatnya dianggap sebagai salah satu petinju defensif terbaik sepanjang masa. Atas prestasinya, Whitaker resmi masuk International Boxing Hall of Fame pada 2006.
Sepanjang karier profesionalnya, Whitaker membukukan 40 kemenangan dari 46 pertarungan. Jika duel melawan Gervonta Davis benar benar bisa terjadi lintas generasi, pertarungan tersebut diyakini akan menjadi adu strategi menarik antara kekuatan knockout milik Tank dan pertahanan kelas dunia yang menjadi ciri khas Whitaker.
Artikel Tag: WBA, Kelas Ringan, Gervonta Davis, kelas bulu super, Kelas menengah ringan