Brian Norman Berpisah dengan Ayah, Rekrut Ronnie Shields Sebagai Pelatih
Menurut Brian Norman, kesamaan cara berpikir dan pendekatan dalam latihan menjadi faktor utama yang membuatnya memilih Shields sebagai pelatih baru. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas welter asal Amerika Serikat, Brian Norman, memutuskan melakukan perubahan besar dalam timnya dengan menunjuk Ronnie Shields sebagai pelatih baru.
Keputusan itu sekaligus mengakhiri kerja sama profesionalnya dengan sang ayah, Brian Norman Sr., yang selama ini selalu berada di sudut ring sepanjang perjalanan kariernya.
Norman mengatakan bahwa langkah tersebut tidak mudah karena menyangkut hubungan keluarga.
Namun petinju berusia 25 tahun itu merasa perlu mencari pengalaman baru di luar lingkungan lamanya untuk mengembangkan kariernya di dunia tinju profesional.
Ronnie Shields dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh di dunia tinju dalam tiga dekade terakhir.
Ia pernah menangani sejumlah petinju kelas dunia, termasuk mantan juara dunia Pernell Whitaker, Vernon Forrest, dan Evander Holyfield.
Selain itu, Shields juga menjadi pelatih lama bagi mantan juara kelas menengah Jermall Charlo serta pernah bekerja sama dengan petinju terkenal lainnya seperti Erislandy Lara dan David Morrell.
Norman mengaku tertarik bekerja sama dengan Shields karena reputasi dan pengalaman panjang sang pelatih di level tertinggi.
Ia menilai gaya kerja serta pendekatan Shields sangat cocok dengan dirinya sebagai petinju.
“Ini Ronnie Shields yang kita bicarakan. Dia legenda. Dia orang yang membantu Pernell Whitaker, Evander Holyfield, dan juga petinju dari kota asal saya, Vernon Forrest,” ujar Norman dalam wawancara dengan The Ring.
Menurut Brian Norman, kesamaan cara berpikir dan pendekatan dalam latihan menjadi faktor utama yang membuatnya memilih Shields sebagai pelatih baru.
“Saya merasa mentalitas kami cocok, cara kami bekerja juga sama. Bahkan dari sisi gaya bertinju, semuanya terasa selaras. Saya merasa dia adalah pelatih terbaik untuk saya saat ini,” katanya.
Sebelum bekerja sama dengan Shields, Brian Norman juga sempat berlatih di bawah arahan pelatih ternama Derrick James.
Namun pada akhirnya ia memutuskan bahwa Shields merupakan sosok yang paling tepat untuk mendampinginya pada fase berikutnya dalam kariernya.
Dengan bergabungnya Shields, Norman tidak lagi akan didampingi ayahnya di sudut ring.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah beberapa kali berdiskusi secara terbuka dengan sang ayah hingga akhirnya keduanya sepakat untuk berpisah secara profesional.
“Tentu saja ini keputusan yang sulit karena dia ayah saya. Kami bahkan memiliki nama yang sama. Tapi saya merasa perlu keluar dari rumah, melihat dunia luar, dan menjalani perjalanan saya sendiri untuk sementara waktu,” ujar Norman.
Ia menambahkan bahwa peran ayahnya tetap sangat penting dalam hidup dan kariernya hingga saat ini.
“Saya menjadi pribadi seperti sekarang karena semua yang dia ajarkan kepada saya. Dia membesarkan saya, membentuk saya, dan saya juga berhasil menjadi juara. Percakapan itu sangat berat, tetapi sebagai pria kami harus melakukan apa yang harus dilakukan,” katanya.
Brian Norman saat ini memiliki rekor profesional 28 kemenangan dengan 22 kemenangan KO dan satu kekalahan.
Kekalahan tersebut terjadi pada November lalu ketika ia kalah angka mutlak dari juara tiga divisi Devin Haney.
Dalam laga itu, Norman kehilangan rekor tak terkalahkan sekaligus gelar juara dunia WBO kelas welter yang sebelumnya berhasil ia pertahankan dua kali.
Salah satu momen terbaik Norman dalam kariernya terjadi pada Juni 2025 ketika ia menghentikan Jin Sasaki pada ronde kelima melalui KO brutal.
Pertarungan tersebut bahkan terpilih sebagai Knockout of the Year versi The Ring pada 2025.
Kini Brian Norman menargetkan untuk kembali naik ring pada musim panas tahun ini.
Jika rencananya berjalan lancar, ia berharap bisa kembali mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan gelar juara dunia sebelum akhir tahun.
Artikel Tag: Jermall Charlo, Brian Norman