Kanal

Brandon Figueroa Buka Jalan Pertarungan Unifikasi Usai Kalahkan Nick Ball

Penulis: Hanif Rusli
08 Mar 2026, 10:58 WIB

Setelah merebut gelar WBA kelas bulu, Brandon Figueroa kini menatap peluang menghadapi para juara lain dalam laga unifikasi. (Foto: Fight TV)

Petinju Amerika Serikat Brandon Figueroa membuka peluang menuju pertarungan unifikasi setelah meraih kemenangan dramatis atas Nick Ball dalam perebutan gelar kelas bulu WBA di Liverpool, Inggris, sekitar sebulan lalu.

Figueroa tampil sebagai penantang dalam duel tersebut dan berhasil merebut sabuk juara setelah menghentikan Ball pada ronde ke-12 melalui kemenangan knockout.

Laga berlangsung sengit sejak awal, namun Figueroa memastikan kemenangan sebelum juri memberikan keputusan dengan sebuah serangan penutup yang menentukan di detik-detik akhir.

Memasuki ronde terakhir, Figueroa sebenarnya sudah unggul pada dua kartu penilaian juri. Meski demikian, petinju asal Weslaco, Texas, itu memilih menutup pertarungan dengan cara meyakinkan.

Sebuah hook kiri keras yang dilepaskannya hanya delapan detik setelah ronde ke-12 dimulai membuat Ball terjatuh dengan posisi wajah menghadap kanvas.

Setelah knockdown tersebut, Figueroa langsung melanjutkan tekanan dengan rangkaian pukulan cepat. Wasit kemudian memutuskan menghentikan pertarungan karena Ball tidak mampu memberikan perlawanan yang memadai.

Kemenangan itu membuat rekor Brandon Figueroa kini menjadi 27 menang, dua kalah, dan satu imbang dengan 20 kemenangan knockout.

Petinju berjuluk “The Heartbreaker” itu mengaku kemenangan tersebut menjadi salah satu momen terbesar dalam kariernya.

Ia menyebut laga di kandang lawan menjadi ujian besar yang berhasil dilewati dengan strategi yang tepat.

Figueroa mengatakan timnya telah mempelajari gaya bertarung Ball sebelum pertandingan dan menyadari bahwa lawannya kemungkinan akan kehabisan tenaga pada ronde-ronde akhir.

Menurut Brandon Figueroa, rencana yang diterapkan adalah memanfaatkan kemampuan teknik, pergerakan, serta pertahanan untuk membuat Ball banyak meleset dalam melancarkan pukulan.

Strategi itu ditujukan untuk memaksa lawan bertarung hingga ronde-ronde akhir dan akhirnya kehabisan stamina.

Petinju berusia 29 tahun itu juga menyoroti peran pelatih Manny Robles dalam keberhasilannya.

Pertarungan melawan Ball merupakan kamp latihan kedua Figueroa bersama Robles, yang dikenal sebagai pelatih berpengalaman dalam mempersiapkan petinjunya menghadapi laga besar.

Sebelumnya, Robles pernah mendampingi Andy Ruiz Jr. saat mengejutkan dunia dengan mengalahkan Anthony Joshua pada 2019.

Ia juga melatih Jose Armando Resendiz ketika meraih kemenangan angka atas Caleb Plant pada Mei lalu.

Brandon Figueroa merasa kerja samanya dengan Robles semakin solid.

Ia menilai performanya dalam pertarungan tersebut jauh lebih tajam dibandingkan saat kalah angka dalam duel ulang melawan Stephen Fulton sekitar setahun lalu.

Atmosfer pertandingan di Liverpool juga meninggalkan kesan tersendiri bagi Figueroa.

Ia mengaku mendapat sambutan kurang bersahabat dari penonton tuan rumah, namun justru menjadikannya motivasi tambahan untuk tampil maksimal.

Setelah merebut gelar WBA kelas bulu, Brandon Figueroa kini menatap peluang menghadapi para juara lain dalam laga unifikasi.

Ia disebut telah menerima undangan untuk tampil dalam kartu pertandingan yang juga menampilkan Saul “Canelo” Alvarez pada 12 September di Arab Saudi dalam ajang bertajuk “Mexico vs. The World”.

Selain itu, Figueroa juga sempat bertatap muka dengan juara WBC Bruce Carrington dan menyatakan minat untuk menghadapi petinju tersebut.

Ia menegaskan siap menghadapi siapa pun di divisi kelas bulu, termasuk Rafael Espinoza dan Angelo Leo, demi membuktikan dirinya sebagai salah satu petinju terbaik di kelasnya.

Artikel Tag: Nick Ball, Bruce Carrington, Brandon Figueroa

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru