Kanal

Anthony Joshua Klaim Akhiri Karier Jake Paul di Dunia Tinju

Penulis: Hanif Rusli
10 Jun 2026, 08:29 WIB

Anthony Joshua (knana) dan Jake Paul. (Foto: Fight TV)

Anthony Joshua mengklaim telah mengakhiri perjalanan Jake Paul di dunia tinju setelah mengalahkannya secara meyakinkan dalam pertarungan yang berlangsung pada Desember lalu.

Mantan juara dunia kelas berat itu menyebut dirinya mendapat misi khusus untuk menghentikan kiprah Paul di olahraga yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan penggemar dan pelaku tinju profesional.

Dalam wawancara di podcast Mr. Verzace bersama CEO The Ring, Rick Reeno, Joshua mengatakan bahwa tugas yang dibebankan kepadanya saat menghadapi Paul adalah memastikan petinju sekaligus kreator konten asal Amerika Serikat itu tidak lagi menjadi bagian dari persaingan tinju elite.

“Ada pesan yang sangat jelas dan tugas yang diberikan kepada saya, yaitu menyingkirkan Jake Paul dan mengeluarkannya dari olahraga yang kami cintai, yaitu tinju,” kata Joshua.

Joshua menambahkan bahwa tidak penting apakah kemenangan itu diraih dalam satu ronde atau berlangsung lebih lama. Menurutnya, hasil akhirnya menunjukkan bahwa tugas tersebut berhasil diselesaikan.

“Apakah itu membutuhkan satu ronde atau enam ronde, saya rasa pekerjaan itu benar-benar sudah selesai,” ujarnya.

Dalam pertarungan yang disiarkan secara global melalui Netflix tersebut, Anthony Joshua menjatuhkan Paul dua kali pada ronde kelima sebelum kembali menjatuhkannya pada ronde keenam.

Pertandingan akhirnya dihentikan setelah Paul mengalami cedera serius pada rahangnya.

Akibat kekalahan itu, Paul harus menjalani dua operasi rahang dan hingga kini belum memastikan apakah dirinya masih bisa kembali bertarung secara profesional.

Joshua mengakui banyak pihak yang mempertanyakan mengapa dirinya tidak mampu mengakhiri pertarungan lebih cepat.

Namun, petinju Inggris itu menjelaskan bahwa ia tidak ingin kemenangan tersebut berakhir terlalu singkat.

Menurutnya, jika wasit menghentikan laga hanya dalam hitungan detik atau beberapa ronde pertama, pertarungan tersebut tidak akan memberikan kepuasan bagi penonton.

“Banyak orang berkata saya seharusnya bisa mengalahkannya dalam satu ronde. Namun saya merasa jika pertarungan dihentikan terlalu cepat, itu tidak akan memberikan kepuasan,” katanya.

Duel melawan Paul menjadi pertarungan penting bagi Anthony Joshua setelah sebelumnya mengalami kekalahan knockout dari Daniel Dubois pada September 2024.

Ia menerima tawaran menghadapi Paul dalam waktu singkat setelah Gervonta Davis batal tampil akibat persoalan hukum yang dihadapinya.

Meski sempat menuai kritik, Joshua mengakui pertarungan tersebut memberikan dampak besar terhadap popularitasnya.

Ia merasa banyak penggemar kembali melihat performa terbaiknya setelah sempat mengalami masa sulit.

“Profil saya meningkat pesat. Banyak orang kembali melihat versi diri saya yang mereka kenal sebelumnya,” ujar Joshua.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Paul dan timnya karena telah membuka peluang besar dari sisi bisnis maupun eksposur.

“Saya memahami bisnis ini dan memahami permainannya. Jake Paul memberi saya kesempatan untuk bekerja dan saya berhasil menjalankan tugas itu,” katanya.

Kini Anthony Joshua mengalihkan fokus ke pertarungan berikutnya melawan Kristian Prenga pada 25 Juli di Jeddah, Arab Saudi.

Jika berhasil menang, petinju berusia 36 tahun itu berpeluang menghadapi rival senegaranya, Tyson Fury, dalam duel besar yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan November mendatang.

Artikel Tag: Tyson Fury, Anthony Joshua, Jake Paul

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru