☰
Kanal
✕

Timnas Voli Putra Indonesia Takluk 2 – 3 dari Iran, Sempat Memimpin 2

Penulis: Cinthia Sitorus
30 Sep 2026, 04:09 WIB

Timnas Voli Putra Indonesia Takluk 2 – 3 dari Iran, Sempat Memimpin 2 - sumber: (blokbojonegoro)

Berita Voli – Sempat memegang kendali dua set pembuka, Timnas voli putra Indonesia akhirnya dipaksa menyerah dramatis 2-3 oleh Iran pada Asian Games 2026 di Okazaki Central Park General Gymnasium, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026). Skor ketat 25-22, 25-21, 21-25, 19-25, 15-17 tak hanya menuntaskan laga penuh tensi, tetapi juga memupus langkah Indonesia ke perempat final dan menutup peluang meraih medali.

Skuad asuhan Reidel Toiran tampil dengan misi wajib menang demi tiket 8 besar. Rama Fazza Fauzan dipercaya sebagai opposite, dengan duet outside hitter Farhan Halim dan Boy Arnez Arabi mengawal sisi sayap. Di tengah ada menara pertahanan Hendra Kurniawan serta Raden Ahmad Gumilar, sementara distribusi bola diatur setter Dio Zulfikri dan benteng penerimaan dipercayakan kepada libero Fahreza Rakha Abhinaya. Di kubu lawan, arsitek Roberto Piazza mengandalkan Ali Hajipour (opposite), dua outside Poriya Hossein Khanzadeh dan Morteza Sharifi, duet tengah Mohammad Valizadeh–Yousef Kazemi, plus pengatur serangan Arshia Behnezhad dan libero Hossein Haji Kalateh.

Di set pembuka, punggawa Indonesia tampil berani dan efektif. Keunggulan yang dibangun sejak awal dikunci setelah servis Poriya meluncur keluar, menutup angka 25-22. Kejutan berlanjut pada set kedua: serangan tajam Farhan memastikan skor 25-21 dan membuat Indonesia, yang berperingkat 45 FIVB, unggul 2-0 atas Iran (peringkat 19).

Momentum berubah di set ketiga. Setelah Indonesia sempat memimpin 5-4, Iran membalikkan keadaan menjadi 8-5 dan menjaga jarak. Penutupnya datang lewat spike Ali Haghparast yang tak mampu dibendung, 21-25. Set keempat, laju Tim Merah-Putih tersendat; skema serangan yang dibangun Dio tak berbuah poin krusial, dan Iran menyamakan kedudukan lewat 19-25.

Drama memuncak di set penentuan. Indonesia meraih match point 14-13 berkat block gemilang Boy menahan Hajipour. Namun Iran membalikkan keadaan melalui serangan Hajipour dan ace Poriya menjadi 14-15. Indonesia sempat menyamakan ketika servis Poriya keluar, tetapi Valizadeh kembali mengantar Iran memimpin 15-16, sebelum spike Rama berujung out dan laga berakhir 15-17 untuk Iran.

Statistik menggarisbawahi betapa tipisnya pertarungan: Indonesia mengemas total 105 poin (54 serangan, 11 blok, 8 ace, plus 32 angka dari error lawan), sementara Iran mengumpulkan 110 poin (59 serangan, 12 blok, 7 ace, serta 32 dari error lawan). Untuk urusan individu, Ali Hajipour menjadi top skor dengan 24 poin (21 serangan, 1 blok, 2 ace), dibayangi Ali Haghparast 23 poin (15 serangan, 6 blok, 2 ace). Dari kubu Indonesia, Farhan Halim paling menonjol dengan 18 poin (15 serangan, 1 blok, 2 ace).

Akhirnya, laga krusial yang sempat berada di genggaman itu terlepas, dan perjalanan Indonesia di Asian Games 2026 harus berakhir tanpa tiket perempat final maupun medali.

Artikel Tag: Voli, Iran

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru