Timnas Indonesia Wajib Waspadai 3 Pemain Berbahaya Kamboja Jelang Piala AFF
Timnas Kamboja menjalani latihan jelang bertanding melawan Singapura di ASEAN Championship 2026.
Berita Timnas - Timnas Kamboja datang ke ASEAN Championship 2026 dengan kekuatan yang lebih matang dibanding edisi sebelumnya. Meski hanya membawa tiga pemain naturalisasi, skuad asuhan Koji Gyotoku tetap memiliki sejumlah pemain lokal yang berpotensi merepotkan Timnas Indonesia.
Timnas Kamboja diprediksi menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup A ASEAN Championship 2026. Di bawah arahan pelatih Koji Gyotoku, mereka datang dengan skuad yang lebih berpengalaman dan memiliki keseimbangan antara pemain lokal serta naturalisasi.
Kamboja akan memulai perjuangannya menghadapi Singapura di Stadion Morodok Techo National Stadium, Phnom Penh, Jumat (24/7/2026). Penampilan mereka tentu menjadi perhatian Timnas Indonesia yang dijadwalkan bertemu Kamboja pada laga kedua Grup A.
Meski hanya membawa tiga pemain naturalisasi, yakni Abdel Kader Coulibaly, Alisher Mirzaev, dan Yudai Ogawa, kekuatan utama Kamboja justru berada pada para pemain lokal yang telah lama bermain bersama dan memiliki pengalaman internasional.
Ada tiga pemain yang layak mendapat perhatian khusus dari skuad Garuda.
Sieng Chanthea
Sieng Chanthea menjadi salah satu senjata utama Kamboja di sektor sayap. Meski baru berusia 23 tahun, ia sudah menjadi bagian Timnas Kamboja sejak 2019 dan memiliki pengalaman menghadapi Indonesia di Piala AFF 2020 serta Piala AFF 2022.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya melakukan duel satu lawan satu membuat Chanthea berpotensi merepotkan lini pertahanan Indonesia. Bek-bek seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, maupun Shayne Pattynama harus mewaspadai pergerakannya dari sisi lapangan.
Yudai Ogawa
Gelandang naturalisasi asal Jepang ini merupakan motor permainan Kamboja. Sejak menjalani debut internasional pada 2023, Ogawa hampir selalu menjadi pilihan utama di lini tengah.
Pemain berusia 29 tahun tersebut dikenal memiliki kemampuan menjaga tempo permainan, distribusi bola yang rapi, serta disiplin saat membantu pertahanan. Kehadirannya membuat permainan Kamboja lebih terorganisasi dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Ouk Sovann
Nama berikutnya adalah Ouk Sovann yang beroperasi di sisi kanan. Pemain berusia 28 tahun itu sudah membela Timnas Kamboja sejak 2019 dan memiliki pengalaman yang cukup banyak di level internasional.
Selain disiplin dalam bertahan, Ouk Sovann juga aktif membantu serangan melalui umpan silang maupun overlap dari sisi kanan. Mobilitasnya bisa menjadi ancaman apabila Indonesia lengah saat melakukan transisi bertahan.
Meski Indonesia tetap diunggulkan dari segi kualitas skuad, Kamboja bukan lagi lawan yang mudah dikalahkan. Perkembangan pesat sepak bola mereka dalam beberapa tahun terakhir membuat Timnas Indonesia wajib tampil disiplin apabila ingin membuka ASEAN Championship 2026 dengan hasil maksimal.
Artikel Tag: Piala AFF, Timnas Indonesia, kamboja, ASEAN Championship