Zheng Qinwen Bandingkan Kemenangan Di Beijing Dan Kemenangan Di Olimpide
Zheng Qinwen [image: getty images]
Berita Tenis: Zheng Qinwen tanpa diragukan baru saja memenangkan gelar terbesar dalam kariernya sampai saat ini setelah ia memenangkan gelar turnamen WTA level 1000 dan bahkan melakukannya di kandang sendiri.
Memenangkan turnamen sebesar itu di penjuru dunia mana pun terasa istimewa, tetapi melakukannya di Beijing, di hadapan penonton yang sepenuhnya mendukungnya, pasti terasa luar biasa.
Baginya, pencapaian tersebut hanyalah yang terbaru dari sederet prestasi mengesankan yang telah ia raih di sepanjang kariernya yang masih tergolong muda. Pada musim 2024, ia berhasil menembus final Australian Open. Tidak lama kemudian pada musim yang sama, ia menggemparkan dunia dengan memenangkan medali emas di Olimpiade Paris.
Dalam konferensi pers usai kemenangannya di China Open musim ini, petenis berkebangsaan Cina pun membandingkan kedua pencapaian tersebut.
Ia mengawali dengan mengakui bahwa rasa gugup di kedua pertandingan final tersebut ‘cukup mirip’ dan fakta bahwa ia merasa ingin muntah sebelum setiap pertandingan ‘justru menunjukkan betapa besarnya keinginan saya untuk menang’.
Zheng melanjutkan, “Di satu sisi, hal itu bagus, tetapi di sisi lain, saya begitu ingin menang hingga saya tidak bisa bersantai.”
"Semua orang bertanya kepada saya, mereka bilang saya sudah mencetak sejarah dengan mencapai babak final. Tetapi, saya tidak ingin hanya berhenti di final, saya ingin menjadi juara. Sebab, jika seseorang ingin mengukir sejarah baru, mereka harus sampai pada tahap juara, bukan sekadar final."
“Rasanya seperti saya juga tengah bersaing dengan diri sendiri. Saya merasa penonton sangat mendukung saya dalam kemenangan kali ini, saya selalu merasa termotivasi di China Open, dan ingin menampilkan permainan tenis terbaik saya di hadapan mereka.”
Ia telah menjadi sosok yang bersinar bagi dunia tenis Cina selama bermusim-musim dan secara luas dianggap sebagai talenta terbaik yang muncul dari negaranya sejak era Li Na.
Saat ditanya bagaimana rasanya telah menginspirasi generasi baru penggemar tenis di negara asalnya, Zheng menambahkan, "Ya, saya selalu tahu seberapa besar kemampuan saya dalam menginspirasi orang lain setelah memenangkan medali emas Olimpiade 2024."
“Setelah itu pada musim 2025, saya menjalani operasi besar pada siku saya, sebuah prosedur yang sangat berat. Saat saya berada di titik terendah, semua orang bilang saya tidak akan bisa kembali lagi, mereka semua meragukan kemampuan saya. Teman-teman juga terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi selama masa itu. Saya tidak bisa menjawabnya karena saya merasa seolah-olah saya lupa caranya berkompetisi setelah kembali dari cedera.”
“Akhirnya, setelah melewati berbagai kekalahan, saya kembali menemukan semangat membara saat bertanding di kompetisi. Seperti yang selalu saya katakan, tenis bukan sekadar soal memukul bola, tetapi juga tentang seberapa besar keinginan anda untuk menang.”
“Saya sangat bersyukur bisa menemukan kembali semangat yang berkobar di dalam diri saya. Saat ini, saya tengah berusaha mencapai versi terbaik dari diri saya.”
Artikel Tag: olimpiade, China Open, Zheng Qinwen