Terinspirasi Petenis Ini, Ons Jabeur Siap Bangkit Dari Kekalahan Di London
Ons Jabeur di Cincinnati musim 2023
Berita Tenis: Ons Jabeur kembali berjumpa para wartawan di hari media jelang Cincinnati Open musim 2023 sejak kekalahan dari Marketa Vondrousova di final Wimbledon.
Petenis berusia 28 tahun tidak bisa menyembunyikan kekecewaan yang masih tersisa dalam empat pekan terakhir.
“Saya harus menghabiskan beberapa waktu – banyak hari untuk rehat – demi memulihkan diri dan masih berlanjut, itu tidak cukup,” aku Jabeur.
“Saya merasa belum siap untuk bertanding di Montreal karena kekalahan tersebut cukup berat bagi saya. Jadi, saya berusaha tetap berada di rumah, bersama keluarga saya. Saya berusaha sedikit merefleksi hal yang terjadi di final, tetapi untuk saat ini, saya harus jujur, masih terasa cukup berat untuk memikirkannya lagi.”
Ketika mempersiapkan diri utnuk melakoni turnamen pertama sejak Wimbledon, petenis berkebangsaan Tunisia berharap bahwa kembali melakoni rutinitas yang kompetitif akan mempercepat proses pemulihan. Hal tersebut terjadi pada musim lalu setelah ia kalah di final Grand Slam pertama dalam kariernya melawan Elena Rybakina di Wimbledon. Ia bangkit dan bahkan lolos ke final US Open sebelum kalah dari Iga Swiatek.
“Saya harus kembali ke turnamen dan mampu melangkah maju. Dan hal yang terbaik adalah melakoni turnamen, hanya fokus dengan hal yang saya lakukan dan hal yang ingin saya lakukan,” tambah Jabeur.
“Yang pasti tidak menyerah. Itu adalah sesuatu yang sangat saya yakini, bahwa saya akan mengerahkan kemampuan terbaik. Setiap kali saya memasuki lapangan, saya akan mengerahkan 100 persen kemampuan saya.”
Petenis berkebangsaan Tunisia menyatakan bahwa ia merasa gembira dengan dukungan positif dari komunitas tenis setelah kekalahan menyakitkan di Wimbledon musim ini. Tetapi satu pesan yang membuatnya sempat berlinang air mata datang dari salah satu mantan bintang tenis AS, Andy Roddick.
“Saya memiliki keyakinan lebih bahwa kau akan memenangkan Wimbledon daripada terhadap diri saya sendiri. Ambil nafas, berhenti sejenak, pastikan kau mempersiapkan diri, latih terus kebugaranmu. Ia adalah seseorang yang benar-benar saya harapkan bisa memenangkan gelar Grand Slam suatu hari nanti,” tulis Roddick.
Petenis berusia 28 tahun pun merasa terkejut mendapatkan pesan dari idolanya.
“Saya menangis, menangis Bahagia. Saya mengapresiasi bahwa ia menggunakan waktu untuk menulis pesan cukup panjang. Saya pastinya akan berbicara kepadanya ketika saya bertemu dengannya, mungkin di US Open,” seru Jabeur.
Untuk saat ini, ia akan fokus untuk melakukan semua hal demi mengoptimalkan peluang agar bisa melalui final Grand Slam.
“Rafa satu kali pernah mengatakan, ‘Jika, jika, jika, tidak ada’. Jadi bagi saya, ‘Jika saya melakukan ini, jika saya melakukan itu’, saya tidak akan fokus dengan hal itu. Saya hanya fokus dengan hal yang terjadi saat ini,” tukas Jabeur.
“Sekali lagi, jika belum terjadi di US Open, saya tidak akan bersedih. Saya hanya akan terus berusaha. Jika itu bekerja dengan baik, maka luar biasa, jika tidak, maka saya percaya itu adalah takdir saya. Hal yang harus terjadi terhadap saya, itu sesuatu yang tidak bisa saya ubah. Selama saya melakukan yang terbaik, selama saya mengerahkan 100 persen, saya pikir itu adil.”
Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Ons Jabeur