Respons Rafael Jodar Tentang Tekanan Di Paris Usai Carlos Alcaraz Mundur
Rafael Jodar [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berusia 19 tahun, Rafael Jodar merupakan salah satu petenis berkebangsaan Spanyol terbaik yang tersisa di French Open, Roland Garros musim 2026.
Petenis peringkat 29 dunia dipandang sebagai kuda hitam untuk gelar French Open musim ini, meskipun itu adalah penampilan pertamanya di Grand Slam tersebut.
Petenis belia Spanyol telah menunjukkan performa mengesankan selama musim clay-court, dengan sang petenis memenangkan gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Marrakesh serta mencapai perempatfinal di turnamen Masters 1000, Madrid Open dan Italian Open, di samping mencapai semifinal Barcelona Open.
Hal tersebut memungkinkan petenis berusia 19 tahun untuk melesat naik peringkat dan menjadi petenis unggulan di Roland Garros, Paris, di mana ia akan menjadi petenis berkebangsaan Spanyol dengan peringkat tertinggi kedua setelah Carlos Alcaraz mengundurkan diri dari Grand Slam tersebut.
Saat ini Alcaraz absen dari kompetisi karena cedera pergelangan tangan, yang juga memaksanya untuk mengundurkan diri dari Wimbledon.
Ini berarti petenis berusia 19 tahun adalah petenis berkebangsaan Spanyol dengan peringkat tertinggi kedua di French Open nomor tunggal putra musim ini, setelah hanya Alejandro Davidovich Fokina yang berada di atasnya.
Meskipun itu adalah debutnya di Roland Garros, ia mendapat banyak perhatian menjelang turnamen paling bergengsi di clay-court dan ia ditanya apakah ia merasakan tekanan tambahan menjelang turnamen setelah mundurnya Alcaraz.
“Tidak, jujur saja, itu tidak mengubah apa pun bagi saya,” aku Jodar. “Sangat disayangkan Carlos tidak bisa hadir karena ia telah memenangkan dua gelar terakhir di sini dan ia adalah panutan bagi kita semua. Kita semua mendoakan agar ia cepat pulih.”
“Namun dari sudut pandang saya, tekanan yang saya rasakan hanyalah tekanan yang saya berikan pada diri sendiri untuk tampil dengan baik. Saya fokus pada jalan saya sendiri, pertandingan saya sendiri, dan menjalaninya hari demi hari.”
“Kami juga memiliki sekelompok petenis muda Spanyol yang hebat di sini seperti Martin Landaluce dan Daniel Merida, dan kami semua termotivasi untuk saling mendorong dan melakukan yang terbaik.”
Dalam pertandingan pertamanya di Roland Garros, petenis unggulan ke-27 akan berhadapan dengan petenis AS, Aleksandar Kovacevic. Itu akan menjadi pertemuan pertama di antara kedua petenis dan petenis berkebangsaan Spanyol mengungkapkan bahwa ia berharap dapat mengendalikan pertandingan tersebut dengan pukulan forehand.
“Itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, seperti setiap babak di Grand Slam,” tutur Jodar. “Kovacevic adalah petenis berbahaya dengan permainan yang kuat, jadi, saya harus sangat fokus sejak poin pertama, mendikte permainan dengan forehand saya, dan tetap solid. Saya hanya menantikan hari Senin (25/5).”
Artikel Tag: French Open, Carlos Alcaraz, Aleksandar Kovacevic