Refleksi Novak Djokovic Usai Menangkan Perempatfinal Terpanjang Di London
Novak Djokovic [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Serbia, Novak Djokovic telah memainkan banyak pertandingan klasik di Wimbledon dalam 21 penampilannya di Grand Slam grass-court tersebut.
Namun, petenis yang telah tujuh kali menjuarai Wimbledon, menambahkan satu pertandingan lagi ke daftar tersebut.
Petenis berusia 39 tahun mengalahkan petenis unggulan ketiga, Felix Auger Aliassime dalam pertandingan menegangkan yang berlangsung selama 5 jam 15 menit, yang menjadi perempatfinal terpanjang dalam sejarah Wimbledon sampai sejauh ini.
Pertandingan lain yang langsung terlintas di benak petenis unggulan ketujuh setelahnya adalah final tidak terlupakan pada musim 2019 melawan Roger Federer, di mana petenis berkebangsaan Serbia menyelamatkan dua peluang match point sebelum akhirnya menang usai memenangkan babak tiebreak set penentu.
“Sangat menyenangkan bisa menjadi bagian dari pertandingan epik yang berlangsung lebih dari 5 jam,” ungkap Djokovic. “Ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya lakoni di Wimbledon. Saya tidak ingat pernah memainkan pertandingan selama itu. Mungkin final musim melawan Roger mendekati durasi dan lamanya.”
“Tetapi pertandingan itu benar-benar sangat seimbang. Siapa pun bisa menang. Felix benar-benar bermain di level tinggi. Ia sedikit menurunkan levelnya di babak tiebreak. Saya memanfaatkan semua peluang saya dan bertahan, memainkan pukulan yang tepat. Itu sudah cukup.”
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, terutama pada akhir yang dramatis di lapangan utama, mantan petenis peringkat 1 dunia tetap tenang dan memastikan satu tempat di semifinal untuk melawan petenis peringkat 1 dunia sekaligus juara bertahan, Jannik Sinner.
Pertandingan berakhir hanya enam menit sebelum jam 11 malam waktu setempat, waktu penutupan Wimbledon, dengan penonton berdiri dan bertepuk tangan untuk kedua petenis setelah pertandingan yang tidak terlupakan.
“Penonton berdiri, terutama 30 menit terakhir pertandingan,” lanjut Djokovic. “Mereka juga menyadari betapa istimewanya momen itu, di mana kami berjuang melawan jam malam beberapa menit sebelum pukul 11. Saya sangat bangga bisa keluar sebagai pemenang.”
Menginjak usia 39 tahun, ia terus menghasilkan permainan tenis tingkat tertinggi, meskipun ia sendiri mengakui bahwa melakukannya melawan petenis yang 15 tahun lebih muda masih merupakan sesuatu yang mengejutkan. Pada saat yang sama, ia mengatakan bahwa ekspektasi yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri tidak pernah berubah.
“Pada tahap ini, saya masih mampu melawan para petenis muda yang 15 tahun lebih muda dari saya, saya mampu mengalahkan mereka dengan skor seketat mungkin. Tentu saja, dalam arti tertentu, ini benar-benar kejutan yang menyenangkan,” tutur Djokovic.
“Tetapi pada saat yang sama, saya selalu memiliki ekspektasi tertinggi untuk diri saya sendiri. Saya bisa sangat kritis terhadap diri sendiri, sangat keras pada diri sendiri. Pada saat yang sama, saya juga mencoba untuk menikmati momen-momen seperti ini.”
Djokovic kini akan mengalihkan perhatiannya ke pertemuan kedua melawan Sinner pada musim 2026, setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Italia di semifinal Australian Open awal musim ini. Meskipun begitu, petenis berkebangsaan Italia unggul dalam head to head mereka dengan 6-5, termasuk kemenangan atas petenis berkebangsaan Serbia di babak yang sama di Wimbledon musim lalu.
“Saya menjalani semifinal yang sangat panjang melawan Sinner di Australia. Ini perempatfinal. Sekarang saya harus bertanding melawannya di semifinal. Ada perbedaan permukaan lapangan. Jelas itu adalah turnamen besar pertama musim ini bagi saya, setelah beberapa bulan istirahat dan persiapan,” jelas Sinner.
“Sekarang sedikit berbeda. Namun demikian, ini adalah perjalanan hebat dan bersejarah lainnya bagi saya di Grand Slam. Inilah yang paling penting, jujur saja. Saya masih mencoba membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya mampu bersaing dengan petenis terbaik di dunia dan mengalahkan mereka di panggung terbesar. Itulah yang telah saya lakukan di Australia. Itulah yang telah saya lakukan di sini.”
Artikel Tag: Novak Djokovic, wimbledon, Felix Auger Aliassime, Jannik Sinner