Pengakuan Jujur Joao Fonseca Usai Disebut Roger Federer Berikutnya
Joao Fonseca [image: getty images]
Berita Tenis: Joao Fonseca berterus terang ketika ditanya tentang tekanan dan ekspektasi yang ia rasakan di awal kariernya, mengakui bahwa tidak mudah baginya untuk memahami semua euforia yang mengelilinginya.
Petenis berkebangsaan Brazil Fonseca kembali ke Foro Italico, Roma sementara ledakan media yang mengelilinginya mulai mereda, memasuki proses penerimaan dan refleksi, meninggalkan kegilaan beberapa bulan terakhir. Itu tidak diragukan lagi merupakan perkembangan positif bagi kemajuan sang petenis.
Dalam banyak kesempatan, ia telah menyatakan bahwa kebisingan publik, beban label, dan ekspektasi membuatnya kehilangan keseimbangan dan menimbulkan keraguan pada mentalitasnya, sesuatu yang ia ulangi sebelum kampanyenya di Italian Open.
Musim ini, untuk kali kedua ia akan tampil di turnamen Masters 1000, Italian Open.
"Saya merasa senang berada di sini, tidak diragukan lagi. Banyak hal telah berubah, pertama dan terutama, saya adalah Joao yang jauh lebih dewasa. Bukan hanya secara teknis, tetapi saya juga telah berkembang secara fisik dan mental,” ungkap Fonseca tentang perubahan dirinya sejak musim lalu saat pertama kali tampil di Italian Open.
“Saya merasa baik, ini musim penuh kedua saya di turnamen ATP dan saya masih merasa seperti tengah menjelajahi dan menemukan beberapa turnamen, seperti Monte Carlo, Munich, selanjutnya Hamburg. Saya merasa sangat prima."
“Permukaannya sama, tetapi kondisinya sangat berbeda. Pertama anda bermain di Monte Carlo, di permukaan laut, tetapi bola memantul cukup tinggi dan sedikit lebih cepat. Munich dan Madrid berada di ketinggian, dan sekarang kita kembali ke sesuatu yang mirip dengan tempat saya biasanya bermain, clay-court yang lebih lambat, di mana anda dapat menghasilkan lebih banyak kecepatan dan bola tidak lepas kendali. Saya merasa cukup baik dengan permainan saya dan dalam latihan, saya menantikan debut saya."
Ia pun menganalisis tiga turnamen clay-court yang sejauh ini telah ia lakoni di Eropa, dengan melenggang ke perempatfinal di Monte Carlo dan Munich sebelum langsung tersingkir di laga pembuka Madrid.
“Saya baik-baik saja dengan hasil saya (sambil tersenyum). Saya selalu mengatakan saya bisa melakukannya dengan lebih baik. Ada beberapa hal yang bisa dan seharusnya saya tingkatkan, terutama secara mental, tetapi juga secara tektnik. Saya telah melaoni sejumlah pertandingan yang sangat apik. Saya tidak bisa mengeluh, pertarungan yang apik, pengalaman yang positif, dan saya merasa, di atas itu semua, bahwa saya belajar banyak, yang tentunya sangat penting,” jelas Fonseca.
“Mengetahui aspek mana yang bisa dan seharusnya anda tingkatkan adalah hal yang sangat penting dan saya merasa saya mengetahuinya. Kini, saya fokus untuk menerapkannya agar merasa lebih baik di lapangan. Setelah Madrid, saya merasa lebih baik di lapangan lagi, kini saya merasa lebih baik, saya menjalani sesi latihan yang baik, dan saya harap bisa tampil memukau.”
Ia lalu mengungkapkan tekanan dan ekspektasi yang orang-orang berikan kepadanya.
"Awalnya, jujur saja, itu sangat gila bagi saya. Rasanya berbeda. Saya merasakan tekanan dari orang-orang, semua ekspektasi, saya merasa orang-orang mengira saya akan menjadi Roger Federer berikutnya, hampir dalam semalam,” tukas Fonseca.
“Hal-hal tidak berjalan seperti itu. Saya mencoba memahami semua itu, tetapi sulit. Sekarang, saya percaya saya mengerti bahwa saya hanya bermain untuk diri saya sendiri, bahwa saya tidak berutang apa pun kepada orang lain, dan tidak bermain untuk mereka, saya bermain untuk diri saya sendiri."
Artikel Tag: Roger Federer, Italian Open, Joao Fonseca