Kanal

Meski Petik Kemenangan Di Washington, Emma Navarro Tak Puas Dengan Levelnya

Penulis: Dian Megane
29 Jul 2026, 21:37 WIB

Emma Navarro [image: wta]

Berita Tenis: Bagi petenis AS berusia 25 tahun, Emma Navarro, musim grass-court merupakan perpaduan antara harapan dan kekecewaan.

Petenis peringkat 26 dunia mencapai final di Nottingham, tetapi kalah dari Marie Bouzkova, lalu menaklukkan petenis peringkat 8 dunia, Iga Swiatek di Bad Homburg. Tetapi ia tidak mampu mengulangi performa di Nottingham saat beraksi di Bad Homburg Open maupun Wimbledon.

Hal tersebut memberinya waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian turnamen hard-court di Amerika Utara dan awal pekan ini, meskipun meraih kemenangan pembuka di Washington Open yang membuat head to head dengan Sofia Kenin menjadi 1-1, ia mengakui bahwa ia masih belum puas dengan level permainannya sendiri.

“Sejujurnya, tidak sedekat itu. Saya pikir mungkin itu sedikit berkah sekaligus kutukan karena saya tidak pernah merasa sedekat itu,” tutur Navarro.

Petenis berusia 25 tahun menjelaskan bahwa pola pikirnya selalu mendorongnya untuk bercita-cita lebih tinggi.

“Saya selalu merasa ada begitu banyak hal yang bisa saya tingkatkan. Dalam pikiran saya, saya ingin menjadi sempurna dalam setiap hal di lapangan tenis. Tentu saja, itu mungkin terlalu ambisius, tetapi itulah tujuannya. Dan jika saya merasa belum sampai di sana, maka saya masih sangat jauh,” lanjut Navarro.

Komentar tersebut sesuai dengan jalannya pertandingan sebenarnya. Navarro, yang pernah menduduki peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 8 dunia, memenangkan set pertama dengan 6-0 tetapi harus melewati momen menegangkan di awal pertandingan, termasuk menyelamatkan lima peluang break point dalam game pembuka yang berlangsung selama 11 menit.

Kenin menemukan ritmenya di set kedua, bangkit dari ketertinggalan 0-3 untuk membuat pertandingan menjadi lebih menarik, sebelum petenis peringkat 26 dunia menutupnya dengan dua break berturut-turut untuk memastikan kemenangan 6-0, 7-5 dalam waktu 1 jam 39 menit. Hasil akhir pertandingan tidak sepenuhnya berat sebelah seperti yang mungkin ditunjukkan oleh kedudukan akhir.

Namun, musimnya tidak dimulai dengan catatan positif. Serangkaian kekalahan yang mengecewakan menyebabkan peringkatnya merosot. Di antara turnamen yang ia lewatkan adalah Miami Open, Charleston Open, Stuttgart Open, dan Madrid Open.

Bahkan setelah menarik diri dari turnamen kandang di Charleston, Navarro menyatakan, ““Sayangnya, saya telah menghadapi beberapa masalah kesehatan selama satu musim terakhir yang masih saya atasi.”

Setelah absen beberapa pekan, ia kembali di Italian Open, Roma tetapi tersingkir di babak awal. Ia dengan cepat membalikkan keadaan di Strasbourg dengan penampilan luar biasa, mengalahkan Victoria Mboko di final untuk merebut gelar turnamen WTA ketiga dalam kariernya dan mengakhiri paceklik gelar selama 15 bulan.

Namun di French Open, Navarro tersingkir di babak kedua setelah kalah dari rekan senegaranya, Iva Jovic. Kini, saat ia melaju ke babak selanjutnya di Washington, tantangan sulit lain menantinya setelah ia akan bertemu petenis berkebangsaan Italia, Elisabetta Cocciaretto di babak kedua.

Artikel Tag: Sofia Kenin, Washington Open, Emma Navarro

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru