Meski Benci, Aryna Sabalenka Gunakan Kesalahan Sebagai Motivasi
Aryna Sabalenka [image: AL DIAZadiaz@miamiherald.com]
Berita Tenis: Aryna Sabalenka mengakui ia membenci dirinya sendiri karena membuat kesalahan yang merugikan dan menggunakan perasaan intens tersebut untuk memicu motivasinya selama turnamen.
Petenis peringkat 1 dunia benar-benar telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang tangguh di turnamen WTA dan ia memperkuat hal tersebut dengan menorehkan pencapaian Sunshine Double (memenangkan gelar di Indian Wells dan Miami pada musim yang sama) dengan kemenangan di Miami Open usai mengalahkan Cori Gauff di final. Setelah kemenangannya, ia mengatakan bahwa ia benci kalah dan perasaan tersebut mendorongnya untuk mendominasi turnamen.
Hal yang perlu diperhatikan, petenis berusia 27 tahun memperpanjang musim 2026 yang dominan dengan kemenangan di Miami Open. Sejauh ini pada musim 2026, ia telah memenangkan tiga gelar dan memenangkan 23 dari 24 pertandingan yang telah ia lakoni, menggarisbawahi performanya yang luar biasa di turnamen WTA.
Rekor tersebut tentu saja mengesankan, tetapi salah satu alasan utama juara di Brisbane musim 2026 tetap berada di jalur kemenangan adalah ketidaksukaannya terhadap kekalahan, yang secara jujur ia bahas selama konferensi pers pasca pertandingan.
“Saya benci kalah. Saya benci perasaan saat kalah dalam pertandingan. Saya tidak bisa tidur. Saya bermimpi tentang tenis. Saya membenci diri sendiri karena melakukan beberapa kesalahan yang menyebabkan saya kalah,” papar Sabalenka.
“Jadi, saya benci perasaan itu. Dan karena itulah, setiap kali saya keluar lapangan, saya benar-benar berusaha sebaik mungkin dan mencoba melakukan segala yang mungkin untuk meraih kemenangan.”
Setelah menekankan bagaimana runner up Australian Open musim 2026 selalu berusaha menghindari kekalahan, ia menambahkan bahwa motivasi utamanya adalah untuk menginspirasi generasi berikutnya dan memberikan contoh positif bagi para petenis muda.
“Dan soal motivasi, teman-teman. Saya bahkan belum mendekati para legenda. Maksud saya, apa motivasi saya? Saya hanya berusaha untuk mencapai sejauh mungkin dalam olahraga ini dan menginspirasi generasi berikutnya serta menjadi contoh yang baik bagi generasi berikutnya dan menunjukkan keseimbangan ini, kehidupan di atas dan di luar lapangan. Dan, hanya untuk membantu orang lain, untuk tetap sehat di lingkungan yang sangat sulit dan menantang ini,” tambah Sabalenka.
Dengan kemenangan di final Miami Open, Sabalenka unggul 7-6 dalam head to head melawan Gauff dan menjadi petenis putri kelima yang berhasil meraih Sunshine Double. Prestasi yang terakhir kali diraih oleh Iga Swiatek pada musim 2022, sebelumnya telah diraih oleh Kim Clijsters, Steffi Graf, dan Victoria Azarenka.
Artikel Tag: miami open, Aryna Sabalenka, Cori Gauff