Kanal

Masih Merasa Ragu Dan Tertekan, Jannik Sinner Belajar Untuk Atasi Itu

Penulis: Dian Megane
10 Mei 2026, 19:57 WIB

Jannik Sinner [image: shutterstock]

Berita Tenis: Jannik Sinner merenungkan apa artinya menjadi petenis peringkat 1 dunia setelah mengawali turnamen Masters 1000, Italian Open musim 2026 di Roma tanpa drama.

Setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Austria, Sebastian Ofner di babak kedua Italian Open, petenis tuan rumah membagikan beberapa pandangan yang dapat membantu memahami apa yang ada di balik petenis yang sempurna.

Jika menyaksikan petenis peringkat 1 dunia bermain dengan sangat menyenangkan dan bagaimana ia menorehkan sejarah dengan dominasi yang luar biasa atas semua lawan dalam beberapa bulan terakhir, mendengarkan pandangannya yang mendalam bahkan lebih menyenangkan lagi, termasuk tentang mentalitas yang mendasarinya dan menjelaskan tingkat permainan luar biasa yang ia tunjukkan setiap harinya.

“Kesempurnaan tidak pernah ada,” jawab Sinner ketika ditanya apakah ia masih memiliki hal yang ingin ia tingkatkan.

“Kami mencoba meningkatkan semua pukulan. Ada detail-detail kecil yang membuat perbedaan di level ini. Prioritasnya adalah terus memperkuat servis saya, itu adalah pukulan yang paling saya fokuskan dalam latihan. Tenis seperti teka-teki, semuanya harus cocok agar berfungsi dengan baik.”

Banyak pihak yang mungkin berpikir bahwa ia akan tiba di Roma dengan merasa santai atau lelah, tetapi ia tegas tentang resep untuk kesuksesan.

“Anda tidak boleh menganggap remeh apa pun sebelum pertandingan. Saya yakin bahwa kemenangan dalam pertandingan ditentukan oleh sesi latihan sebelumnya dan saya mampu menjalani sesi latihan tingkat tinggi dengan Flavio Cobolli dan petenis Italia lain akhir-akhir ini. Meningkatkan intensitas telah menjadi kunci untuk memulainya dengan baik,” lanjut Sinner sebelum ditanya apakah ia merasa ragu dan tertekan ketika memasuki lapangan, mengetahui bahwa ia difavoritkan melawan siapa pun.

“Sebelum setiap pertandingan, saya merasa ragu dan saya mempertimbangkan hal itu norma. Jika anda tidak merasakannya, jika anda tidak merasakan tekanan kompetitif itu, itu artinya anda tidak peduli tentang apa yang anda lakukan,” jawab Sinner.

“Saya menjadi lebih stabil dan perrcaya diri, tetapi saya masih memiliki keraguan. Kuncinya adalah mengetahui bagaimana mengelolanya. Banyak faktor yang mempengaruhinya, tidak hanya hal yang berkaitan dengan olahraga. Jika sampai pada titik anda tidak bisa mengatasinya, akan lebih baik untuk berhenti.”

Cara juara Madrid Open musim 2026 merenungkan apa yang telah ia lalui dan mengakui telah melewati berbagai tahapan dengan sangat cepat memberikan gambaran tentang kerendahan hati dan kejernihan pikirannya.

“Saya telah menempuh perjalanan panjang, tetapi saya tidak pernah menyangka saya akan sampai di sini. Saya realistis, enam musim lalu, mustahil untuk membayangkan bahwa saya berada di posisi saya saat ini. Saya ingin terus melihat sejauh mana potensi saya dan menyadari bahwa saya telah memberikan yang terbaik, terlepas menang atau kalah,” tutur Sinner yang akan bertemu petenis berkebangsaan Australia, Alexei Popyrin di babak ketiga Italian Open.

Artikel Tag: Italian Open, Alexei Popyrin, Jannik Sinner

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru