Kanal

Lanjutkan Dominasi di Clay-Court, Luciano Darderi Kampiun Di Santiago

Penulis: Dian Megane
02 Mar 2026, 16:09 WIB

Luciano Darderi [image: getty images]

Berita Tenis: Luciano Darderi memenangkan gelar turnamen ATP kelima dalam kariernya dengan penuh perjuangan di Chile Open, Santiago musim 2026.

Dua pekan setelah gagal di final Argentina Open, Buenos Aires, petenis kelahiran Argentina keturunan Italia mengalahkan petenis berkebangsaan Jerman, Yannick Hanfmann dengan 7-6, 7-5 di final turnamen ATP level 250, Chile Open.

Kini dengan mencatatkan 5-1 di final turnamen ATP, di mana semuanya berlangsung di clay-court dan semuanya sejak musim 2024, petenis berkebangsaan Italia memiliki gelar turnamen clay-court terbanyak dibandingkan petenis mana pun sejak awal musim 2024, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang bersama petenis berkebangsaan Spanyol, Carlos Alcaraz.

Ia juga mencatatkan 48 kemenangan di turnamen clay-court dalam periode tersebut (kedua setelah petenis berkebangsaan Argentina, Francisco Cerundolo dengan 49 kemenangan), termasuk mencatatkan 16-2 sejak bulan Juli musim lalu.

“Rasanya sangat luar biasa. Saya tidak menyangka akan menang di sini karena saya belum pernah bermain lebih dari perempatfinal di sini, jadi saya sangat senang,” seru Darderi.

“Ini final kedua saya musim ini, jadi meraih gelar di awal musim sangat mengesankan dan saya mendapatkan banyak kepercayaan diri untuk sisa musim ini.”

Bersamaan dengan petenis berkebangsaan Italia, Flavio Cobolli memenangkan gelar di pekan yang sama, yaitu di Acapulco, kemenangan Darderi juga menandai kali kelima di Open Era bahwa dua petenis berkebangsaan Italia memenangkan gelar turnamen ATP dalam minggu yang sama.

Pasangan ini juga mencapai prestasi serupa pada Maret 2025, ketika petenis peringkat 21 dunia memenangkan gelar di Marrakesh dan Cobolli memenangkan gelar di Bukares.

Setelah memenangkan set pembuka yang ketat di mana petenis berkebangsaan Italia hampir kalah tiga kali, respons kuatnya setelah tertinggal satu peluang break di awal pertandingan kembali menguasai jalannya pertandingan.

Dari kedudukan 1-2, ia memenangkan delapan poin beruntun untuk merebut keunggulan 3-2. Kedua petenis tidak menghadapi peluang break point lagi hingga petenis berkebangsaan Italia mematahkan servis Hanfmann di game terakhir, sehingga kini ia unggul 2-0 dalam head to head mereka.

Hanfmann berusaha menjadi juara turnamen ATP pertama kali tertua ketiga pada usia 34 tahun, tetapi sampai saat ini harus mencatatkan 0-3 di final. Ia mencetak 10 ace berbanding enam ace milik Darderi, tetapi kesulitan menghadapi tingkat kemenangan servis pertama petenis berkebangsaan Italia yang mencapai 80 persen.

Darderi yang memasuki Chile Open dengan menghuni peringkat tertinggi dalam kariernya, peringkat 21 dunia, memperoleh tambahan 200 poin, sehingga kini ia terpaut 66 poin dari petenis 20 besar.

Artikel Tag: Yannick Hanfmann, Chile Open, Luciano Darderi

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru