Kanal

Jannik Sinner Pandang Tinggal Di Monako ‘Setara’ Dengan Pengorbanannya

Penulis: Dian Megane
20 Mei 2026, 21:21 WIB

Jannik Sinner [image: reuters]

Berita Tenis: Jannik Sinner membela keputusan yang kontroversial untuk tinggal di Monako dan mengakui bahwa ia harus mengorbankan waktu bersama keluarga untuk mencapai kesuksesan.

Seperti beberapa bintang tenis papan atas lainnya, termasuk Daniil Medvedev, Alexander Zverev, Stefanos Tsitsipas, dan Holger Rune, petenis berkebangsaan Italia memilih untuk tinggal di Monako daripada tetap di negara asalnya, Italia. Meskipun mengakui bahwa kepindahan tersebut membawa konsekuensi pribadi, ia menjelaskan mengapa ia percaya bahwa lingkungan dan gaya hidup di sana sepadan.

Setelah baru saja memenangkan gelar Italian Open pertama dalam kariernya dan menyelesaikan Career Golden Masters – memenangkan kesembilan gelar Masters – di tanah kelahirannya, petenis berusia 24 tahun semakin memperkuat popularitasnya di kalangan penggemar Italia. Tetapi, jurnalis Riccardo Crivelli mengatakan kepada L’Equipe bahwa keputusan sang petenis untuk tinggal di Monako tetap menjadi "satu-satunya kontroversi" yang masih melingkupinya di Italia.

Namun, petenis peringkat 1 dunia membela gaya hidupnya di Monako, menjelaskan bahwa hal tersebut memungkinkannya untuk menjalani kehidupan yang lebih normal jauh dari perhatian publik yang terus-menerus. Meskipun ia mengakui bahwa ia merindukan waktu bersama keluarga dan kakek-neneknya, ia menegaskan bahwa kepindahan terebut diperlukan untuk dominasinya di dunia tenis.

“Saya memilih Monako karena kedamaian dan ketenangan yang saya temukan di sana, saya bisa pergi ke restoran atau berbelanja tanpa ada yang memperhatikan saya, dan itulah yang saya butuhkan,” ungkap Sinner.

“Saya juga harus mengatakan bahwa fasilitasnya—lapangan tenis, pusat kebugaran—sangat sempurna. Tentu saja, saya merindukan keluarga saya. Kakek dan nenek saya semakin tua, dan saya ingin bisa mengunjungi mereka lebih sering. Tetapi jika saya tetap di rumah untuk berlatih, saya tidak akan berada dalam kondisi optimal untuk menjadi petenis terbaik yang saya bisa.”

Petenis yang telah mengantongi empat gelar Grand Slam menerima "pengorbanan" yang dibutuhkan untuk kesuksesannya di dunia tenis, tetapi menekankan pentingnya menyeimbangkan tuntutan tersebut dengan kemampuan untuk menikmati hidup di luar lapangan.

“Menjadi salah satu petenis terbaik di dunia memang ada harganya. Orang-orang mengenali anda, begitulah kenyataannya. Tetapi saya mencoba menjalaninya senormal mungkin. Saya tidak punya keinginan atau kebutuhan untuk menyombongkan diri, baik di luar lapangan maupun di tempat lain. Saya senang dengan apa yang saya miliki, terutama senang karena sehat,” tambah Sinner.

“Kehidupan yang saya pilih membutuhkan pengorbanan, tetapi ini juga soal keseimbangan, saya hanya akan berusia 24 tahun sekali, dan saya mencoba menikmatinya, bersenang-senang di luar lapangan. Dan saya rasa saya menemukan keseimbangan ini dengan cukup baik. Saya memiliki kelompok teman yang hebat, teman-teman yang sama seperti dulu, dan orang-orang di sisi saya yang menjaga saya.”

Artikel Tag: alexander zverev, Italian Open, Jannik Sinner

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru