Jannik Sinner Kuak Hal Yang Dilakukan Saat Penundaan Di Final Miami Open
Jannik Sinner [image: getty images]
Berita Tenis: Kemenangan Jannik Sinner di Miami Open musim 2026 memang sudah terasa pasti, terutama mengingat rekornya melawan Jiri Lehecka sebelum pertemuan mereka di final tersebut.
Pada akhirnya, hasilnya tetap sama, karena petenis berkebangsaan Ceko, Lehecka sekali lagi kalah tanpa bisa memenangkan satu set pun, sehingga untuk kali kelima hal tersebut terjadi dalam rivalitas mereka.
Bagi petenis berkebangsaan Italia, hasil tersebut menandai puncak kerja keras selama satu bulan penuh, mengukuhkan posisinya dalam sejarah seiring berlanjutnya dominasinya di turnamen Masters 1000.
Namun, petenis peringkat 2 dunia mengakui bahwa pertandingan tersebut tidak semudah yang ditunjukkan kedudukan akhir, meskipun ia mengaitkan hal tersebut dengan faktor eksternal daripada apa pun yang dapat ditawarkan Lehecka di lapangan.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, petenis berusia 24 tahun ditanya bagaimana ia mengatasi banyaknya penundaan akibat hujan, baik sebelum maupun di tengah final Miami Open.
Juara ATP Finals musim 2025 memulai dengan menceritakan apa yang dilakukannya setelah mereka terpaksa meninggalkan lapangan usai berakhirnya set pertama, sebelum menjelaskan kesulitan yang ditimbulkan oleh jeda tersebut, yang justru memberikan momentum yang sangat menguntungkan baginya.
“Saya mendengarkan musik. Saya merasa berada di posisi yang baik sebelum hujan turun. Saya memukul bola dengan lebih rapi, terutama di game pertama saat ia melakukan servis,” ungkap Sinner.
“Tetapi itu bisa terjadi dan saya mencoba untuk sangat fokus pada permainan servis saya. Saya memiliki beberapa peluang di awal ketika kami harus bermain lagi, tetapi saya tidak dapat memanfaatkannya, dan itulah tenis.”
“Pada akhirnya saya menemukan cara untuk mematahkan servisnya dan menyelesaikan pertandingan dengan sangat baik. Saya mencoba mendengarkan musik, juga sedikit bercanda karena ada sedikit ketegangan, tetapi saya senang dengan bagaimana saya mengatasinya.”
Sementara itu, juara Wimbledon musim 2025 telah menyamai Rafael Nadal dan Novak Djokovic setelah memenangkan Miami Open, sebagai salah satu dari banyak pencapaian bersejarah yang diraihnya dengan merebut gelar tersebut.
Untuk menundukkan petenis berkebangsaan Italia, dibutuhkan sesuatu yang benar-benar luar biasa. Tetapi, ketika ia melakukan servis sebaik yang dilakukannya di final tersebut, tampaknya itu adalah tugas yang hampir mustahil.
Lagipula, petenis unggulan kedua sebenarnya menikmati rentetan 18 poin servis beruntun yang dimenangkan selama final, dengan Lehecka gagal mengkonversi satu pun dari tiga peluang break point yang ia dapatkan.
Sementara itu, petenis peringkat 2 dunia mampu menciptakan 11 peluang break point, yang menunjukkan tekanan tanpa henti, baik pada servis maupun pengembalian.
Dalam wawancara yang sama, saat membahas rentetan 18 poin servisnya, Sinner menambahkan, “Saya mencoba untuk fokus. Saya mencoba memahami mengapa saya melewatkan servis pertama sebelumnya. Di awal, kondisinya sangat berbeda. Kami belum benar-benar bermain dalam beberapa pekan terakhir dalam kondisi seperti ini, bola-bolanya sangat berat, jadi sulit untuk melewatinya.”
“Saya melewatkan beberapa servis pertama ke net, karena bola-bolanya cukup berat. Tetapi saya mencoba memahami servis mana yang terbaik. Ia adalah pengembali bola yang sangat agresif dan berdiri sangat dekat, jadi, anda harus memukul dengan sangat tepat, jika tidak, ia akan mendapatkan bola di raket. Saya senang dengan bagaimana saya mengatasi pekan ini, terutama situasi-situasi sulit.”
Artikel Tag: miami open, Jannik Sinner, Jiri Lehecka