Jannik Sinner Akui Kekalahan Di Melbourne Terasa Menyakitkan
Jannik Sinner [kiri] dan Novak Djokovic [kanan] [image: getty images]
Berita Tenis: Jannik Sinner mengalami salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya setelah ia kalah di semifinal Australian Open 2026 dengan lima set yang dramatis melawan Novak Djokovic.
Setelah unggul dengan 2-1 (set), petenis berkebangsaan Italia tidak mampu menutup pertandingan dan kekecewaannya tampak jelas dalam refleksinya setelah pertandingan,
“Sangat menyakitkan,” jawab Sinner ketika ditanya tentang seberapa besar kekalahan tersebut menyakitkan.
“Itu Grand Slam yang paling penting bagi saya, tentunya, mengingat latar belakangnya, hal itu bisa terjadi. Itu pertandingan yang apik dari kami berdua. Saya mendapatkan banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itu hasilnya. Tentu saja, terasa menyakitkan.”
Petenis unggulan kedua memasuki semifinal dengan usaha memenangkan gelar Australian Open untuk kali ketiga secara beruntun dan mengalahkan Djokovic di lima pertemuan terakhir mereka.
Namun di Rod Laver Arena kali ini, petenis berkebangsaan Italia tidak mampu memanfaatkan momen-momen krusial, termasuk hanya mengonversi dua dari 18 peluang break point yang ia ciptakan melawan petenis berusia 38 tahun.
“Saya mendapatkan peluang saya. Itu di set kelima. Banyak peluang break point, saya tidak bisa memanfaatkannya. Ia tampil dengan beberapa pukulan memukau,” tambah Sinner.
“Saya memutuskan beberapa hal yang berbeda. Kali ini hal itu tidak bekerja dengan baik, tetapi begitulah tenis. Saya merasa set pertama juga menampilkan level permainan yang hebat dari kami berdua. Rasanya seperti naik roller coaster dan terjadi seperti yang terjadi kali ini.”
Dengan kekalahan tersebut, maka untuk kali pertama petenis unggulan kedua tidak berkompetisi di final Grand Slam sejak Wimbledon musim 2024, ketika Carlos Alcaraz mengalahkan Djokovic di final.
Terlepas dari kemunduran tersebut, petenis berusia 24 tahun melontarkan pujian kepada Djokovic dan mengakui bahwa level lawannya tidak mengejutkan dirinya.
“Ia memenangkan 24 Grand Slam. Kami mengenal satu sama lain dengan sangat baik bagaimana kami bermain. Saya selalu mengatakan, anda tidak bisa merasa terkejut, karena saya merasa ia petenis terbaik untuk waktu yang sangat lama,” komentar Sinner tentang Djokovic.
“Tentu, ia memainkan lebih sedikit turnamen karena usia dan semuanya, tetapi kita juga mengetahui seberapa penting Grand Slam bagi saya, baginya, bagi Carlos dan semua petenis. Ada sedikit motivasi tambahan dan ia bermain dengan dengan sangat baik. Mudah-mudahan saya bisa mengambilnya sebagai semacam Pelajaran untuk melihat apa yang bisa saya tingkatkan.”
Petenis berkebangsaan Italia akan meninggalkan Melbourne dengan menghuni peringkat 2 dunia, peringkat yang sama ketika ia tiba.
Artikel Tag: Australian Open 2026, Jannik Sinner, Novak Djokovic