Kanal

Hubert Hurkacz Akhiri Perjalanan Rafael Nadal Di Roma

Penulis: Dian Megane
12 Mei 2024, 07:03 WIB

Hubert Hurkacz [kanan] dan Rafael Nadal [kiri] di Roma musim 2024 [image: AFP]

Berita Tenis: Hubert Hurkacz memperlihatkan performa kelas dunia di babak kedua Italian Open, Roma musim 2024 melawan mantan petenis peringkat 1 dunia.

Dengan mengklaim kemenangan meyakinkan 6-1, 6-3, petenis unggulan ketujuh mengakhiri karier gemilang Rafael Nadal di Italian Open.

Petenis berkebangsaan Polandia bertahan di game pembuka yang berlangsung maraton, termasuk mengamankan lima peluang break point sebelum ia menegaskan keunggulannya dengan kombinasi servis dan groundstroke keras.

Petenis peringkat 9 dunia menyelesaikan pertemuan pertama melawan petenis berkebangsaan Spanyol, Nadal dalam waktu 93 menit, yang menjadi kemenangan pertamanya di Foro Italico, Roma sejak musim 2020.

“Saya pastinya merasa benar-benar bangga dengan diri saya sendiri,” seru Hurkacz ketika ia ditanya bagaimana perasaannya mengatasi situasi seperti itu.

“Bertanding melawan Rafa adalah sesuatu yang istimewa. Hanya terasa berbeda, terutama di clay-court, lapangan yang ia dominasi dalam 20 musim terakhir. Tidak ada seorang petenis pun yang memiliki rekor sepertinya di clay-court.”

“Begitu banyak orang mengikutinya dan ia menginspirasi begitu banyak petenis, jadi, saya hanya merasa benar-benar gembira mendapatkan pengalaman berharga seperti itu.”

Nadal yang telah sepuluh kali menjuarai Italian Open, mencatatkan 70-9 di turnamen Masters 11000 tersebut. Setelah berjuang keras memenangkan laga tiga set melawan Zizou Bergs di babak pertama, petenis berusia 37 tahun meningkatkan level permainan di awal pertandingan melawan petenis berkebangsaan Polandia. Tetapi usaha tersebut tidak cukup meyakinkan untuk menghentikan laju petenis berkebangsaan Polandia yang mengamankan ketujuh peluang break point yang ia hadapi.

“Ini sangat istimewa. Kami baru saja mendapatkan peluang untuk berlatih,” tambah Hurkacz. “Tumbuh berkembang, menjadikannya panutan, melihatnya memenangkan semua gelar itu, yang pasti di sini dan di Roland Garros, ini hanya menjadi pengalaman yang istimewa.”

“Saya sangat ingin bertanding melawannya, terutama di clay-court, jadi, hanya berbagi lapangan dengannyaa, terutama dengan atmosfer di awal pertandingan, bagaimana orang-orang sangat mencintai dan mendukungnya. Sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata,tetapi keseluruhan atmosfer yang mengelilingi awal pertandingan terasa berbeda.”

Kemenangan petenis unggulan ketujuh tampak tidak memungkinkan setelah dua game pertama pertandingan tersebut. Usai ia mengamankan lima peluang break point demi kedudukan 1-0, ia menyia-nyiakan dua peluang break point di game kedua. Tetapi ia akhirnya menemukan jalan untuk menundukkan mantan petenis peringkat 1 dunia.

“Itu mungkin tiga game terpanjang yang pernah saya lakoni dalam hidup saya. Saya pikir saya menemukan servis saya dan pastinya itu membantu saya membangun kepercayaan diri. Sebenarnya setelah game-game panjang itu, saya menemukan ritme permainan dan merasa, baiklah, saya bisa bermain seperti ini selamanya,” tukas Hurkacz.

“Saya hanya berusaha berkompetisi. Kedudukan akhir tampak mudah, tetapi saya tahu saya harus tampil dengan permainan terbaik di sepanjang pertandingan. Jika saya menurunkannya sedikkit saja, maka ia akan bangkit. Itu bagian yang benar-benar berat dan saya berusaha mengatasinya sebaik mungkin.”

Hurkacz kini akan berusaha lolos ke babak keempat Italian Open untuk kali pertama dalam kariernya ketika ia bertemu petenis berkebangsaan Argentina, Tomas Martin Etcheverry setelah petenis unggulan ke-25 melumpuhkan petenis berkebangsaan Brazil, Thiago Seyboth Wild dengan 6-3, 7-5.

Artikel Tag: Rafael Nadal, Tenis, Italian Open, Hubert Hurkacz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru